Minggu, 10 Mei 2026

Olimpiade

Rahmat Erwin Abdullah Bangga Bisa Wujudkan Mimpi Sang Ayah di Ajang Olimpide 2020

Lifter Indonesia Rahmat Erwin Abdullah sukses menyumbang medali perunggu di Olimpiade 2020 Tokyo. Dia pun senang bisa wujudkan mimpi ayahnya.

Tayang:
Penulis: Abdul Majid | Editor: Valentino Verry
NOC Indonesia
Lifter Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah terlihat sangat bangga usai dinyatakan dapat medali perunggu di Olimpiade 2020 Tokyo. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lifter Indonesia Rahmat Erwin Abdullah sukses menyumbang medali perunggu di Olimpiade 2020 Tokyo.

Rahmat yang tak diunggulkan di kelas ini justru mampu memberikan kejutan dengan tampil terbaik di Grup B kelas 73kg dengan membukukan angkatan total 342kg (snatch 152kg dan clean&jerk 190kg di Tokyo International Forum, Jepang, Rabu (28/7/2021).

Baca juga: Menpora Berbesar Hati, Tetap Apresiasi Perjuangan Kevin/Marcus yang Tersingkir di Olimpiade Tokyo

Raihan ini dikatakan Rahmat bukan hanya menggenapi ambisi pribadi, tapi juga turut mewujudkan mimpi sang ayah, Erwin Abdullah.

Seperti diketahui, Erwin Abdullah kini menjadi pelatihnya dan turut mendampingi Rahmat di Tokyo.

Erwin Abdullah yang merupakan mantan lifter nasional pernah memiliki kesempatan tampil di Olimpiade 2004 Athena.

Akan tetapi, mimpi itu harus terkubur karena meskipun telah lolos kualifikasi, tapi dokter tim tidak mengizinkannya tampil karena tengah menderita cedera punggung.

“Saya masih ingat terus kata-kata bapak. ‘Mat, kamu mau rasain yang pernah bapak rasain di Olimpiade. Soalnya, bapak belum sempat bertanding.’ Itu selalu diulang terus sama bapak akhir-akhir ini,” cerita Rahmat.

“Saat itu, aku bilang gini. Aku mau rasain yang nggak pernah bapak alami yakni bertanding di Olimpiade. Kini, saya tak cuma melakukannya di Olimpiade 2020 Tokyo, tetapi juga pulang membawa medali,” sambungnya.

Baca juga: Dua Hari Jelang Tampil di Trek Olimpiade, Lalu Muhammad Zohri Ungkap Kondisi dan Kesiapannya

“Ayah tidak bisa bertanding di Olimpiade 2004 Athena karena waktu itu badannya sedikit tidak enak dan diperiksa dokter lalu dilarang bertanding,” jelas Rahmat.

Rahmat mengaku terinspirasi menjadi lifter angkat besi karena termotivasi kedua orang tuanya yang juga lifter nasional.

Dia selalu mendengar cerita Erwin Abdullah dan istrinya, Ami AB saat tampil di berbagai kejuaraan internasional.

“Saya dan istri memang suka bercerita kepada Rahmat tentang perjalanan kami berdua saat menjadi atlet," ujar Erwin Abdullah.

"Tampil di berbagai event internasional di luar negeri, ya itu yang menjadi inspirasi Rahmat untuk menjadi lifter angkat besi,” imbuhnya.

Perjuangan Rahmat di Olimpiade Tokyo ini cukup berat.

Baca juga: Gregoria Menjadi Pemain Kedua yang Tumbang di Olimpiade, Jonatan Christie Hadapi Lawan Lama

Dia sempat mengalami cedera paha belakang saat melakukan pemanasan menjelang angkatan clean&jerk.

Meski demikian, perjuangan Rahmat terbayar lunas.

Bahkan, ia mempertajam rekor angkatan terbaiknya.

Sebelumnya, Rahmat memiliki angkatan snatch terbaik 148kg dan clean&jerk 187kg.

Dengan penambahan beban 7kg di kedua jenis angkatan itu, total angkatan Rahmat yang tadinya 335kg naik menjadi 342kg.

Setelah ini, Rahmat pun berjanji akan terus berusaha untuk meningkatkan prestasinya.

Baca juga: Jonatan Christie Susul Anthony Ginting ke Perempat Final Tunggal Putra Olimpiade Tokyo

“Saya akan selalu berusaha untuk tampil lebih baik. Multievent internasional selanjutnya mungkin ada SEA Games Vietnam yang masih menunggu jadwalnya, kemudian Asian Games 2022 Hangzhou dan juga Islamic Solidarity Games 2022. Dan, saya juga ingin tampil lagi di Olimpiade 2024 Paris,” pungkasnya.

Lifter Indonesia Rahmat Erwin Abdullah akhirnya sukses mengukir sejarah manis pada debutnya di Olimpiade 2020 Tokyo.

Rahmat tampil bak kuda hitam. Tak diunggulkan, tetapi sukses memberi kejutan.

Rahmat yang tampil terbaik di Grup B kelas 73kg putra usai membukukan angkatan total 342kg (snatch 152kg dan clean&jerk 190kg) berhak mendapatkan medali perunggu di Tokyo International Forum, Jepang, Rabu (28/7/2021).

Ia pun mengaku sangat bersyukur atas raihan ini. Rahmat mempersembahkan medali ini untuk keluarga dan masyarakat Indonesia yang telah mendukungnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Tokyo Melonjak di Tengah Pelaksanaan Olimpiade

“Saya sangat bersyukur. Medali ini saya persembahkan untuk keluarga saya, ayah dan ibu. Untuk seluruh masyarakat Indonesia, Kemenpora, NOC Indonesia, PB PABSI, serta semua yang sudah mendukung saya,” kata Rahmat usai pertandingan.

Pemuda berusia 21 tahun ini menjelaskan, dia memang sudah berambisi meraih medali di Tokyo.

Terutama sejak lifter putri Windy Cantika berhasil merebut medali perunggu di kelas 49kg putri 24 Juli lalu atau tepat sehari setelah opening ceremony Olimpiade Tokyo.

“Sudah sejak (Windy) Cantika meraih medali perunggu saya itu uring-uringan dan tertekan karena saya juga ingin mendapatkan medali. Namun, saya tidak bisa berbicara dengan siapa-siapa. Paling ya menenangkan diri sendiri dengan berbicara saja, bahwa saya bisa dan saya mampu,” kata Rahmat yang mengaku sangat gembira dengan prestasinya di Olimpiade.

Sementara itu, untuk medali emas di kelas ini didapat lifter China Shi Zhiyong yang membukukan total angkatan 364kg (snatch 166kg dan clean&jerk 198kg) yang sekaligus menjadi rekor baru Olimpiade.

Sementara perak diamankan lifter Venezuela Mayora Pernia Julio Ruben dengan total angkatan 345kg (snatch 156kg dan clean&jerk 190kg).

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved