Senin, 13 April 2026

Berita Nasional

PPKM Tak Kunjung Usai, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Nyungsep di Bawah 2 Persen

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, PPKM Darurat akan menahan laju pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2021.

Editor: Feryanto Hadi
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 berpotensi tidak sesuai dengan proyeksi Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan juga lembaga-lembaga internasional.

Hal tersebut disebabkan belum meratanya program vaksinasi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang masih terus dilakukan, imbas lonjakan kasus aktif Covid-19.

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, tidak menutup kemungkinan, ekonomi Indonesia di 2021 tumbuh di bawah 2 persen.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan masih akan terjadi resesi.

Baca juga: Pandemi Masih Membayangi, SBY Berdoa Agar Negeri Ini Selamat: Tuhan, Bimbinglah Pemerintah Kami

“Dengan tekanan mobilitas akibat pandemi dan pembatasan sosial maka bukan hanya ekonomi diproyeksi tumbuh 3.5 persen tapi ekonomi bisa diproyeksi tumbuh dikisaran -0,5 persen sampai dengan 2 persen,” jelas Bhima kepada Tribun Network, Kamis (29/7/2021).

“Ini mempertimbangkan faktor downside risk akibat lambatnya pemulihan ekonomi karena pandemi. Kemungkinan terburuk masih akan terjadi resesi di 2021,” sambungnya.

Sebagai informasi, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, PPKM Darurat akan menahan laju pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2021.

Awalnya Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5 persen hingga 5,3 persen.

Kemudian Pemerintah merevisi pertumbuhan ekonomi di 2021 ini berada pada rentang 3,7 persen sampai 4,5 persen.

Baca juga: Imbas PPKM Darurat, Bank Indonesia Sebut Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi hanya 3,8 Persen pada 2021

Sementara Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan akan berada di kisaran 3,8 persen.

Berbeda halnya dengan BI dan Kemenkeu, lembaga asing yakni Asian Development Bank (ADB) atau Bank Pembangunan Asia, menaruh sedikit optimisme dengan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia  sebesar 4,1 persen.

Sementara International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional, memproyeksikan pertumbuhan berada pada angka 3,9 persen. Masih dalam rentang proyeksi Pemerintah pada 3,7 sampai. 4,5 persen.

Bhima mengungkapkan, target Pemerintah tersebut sangat bergantung pada penanganan pandemi yang hingga sampai saat ini belum kunjung usai.

Baca juga: Akibat Pandemi Virus Corona Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Jadi 415 Miliar Dolar AS di Mei 2021

“Pemulihan juga bergantung pada seberapa cepat vaksinasi dilakukan dan seberapa cepat realisasi anggaran belanja pemerintah di sisa kuartal ke III dan IV,” ucap Bhima.

“Waktu tidak banyak, jika PPKM berlanjut di kuartal ke IV, tentu seluruh variabel ekonomi akan melemah khususnya konsumsi rumah tangga dan investasi,” pungkasnya. (Ismoyo)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved