Jumat, 8 Mei 2026

Berita internasional

AS Khawatir Soal Peningkatan Ancaman Kekuatan Nuklir China

Anggota Kongres Partai Republik dan Pentagon pada Selasa (27/7/2021), mengutarakan kekhawatiran soal peningkatan kekuatan nuklir China

Tayang:
Reuters/nikkei.com
Ilustrasi - Peluru kendali antarbenua China dalam parade militer di Beijing 

Wartakotalive.com - Anggota Kongres Partai Republik dan Pentagon pada Selasa (27/7/2021), mengutarakan kekhawatiran soal peningkatan kekuatan nuklir China.

Kekhawatiran ini muncul setelah sebuah laporan mengatakan Beijing sedang membangun 110 silo rudal lagi.

Pada Senin (26/7/2021), laporan dari Federasi Ilmuwan Amerika (AFS) mengatakan gambar satelit menunjukkan China sedang membangun ladang silo baru di dekat Hami, bagian timur Xinjiang.

Laporan ini muncul berminggu-minggu setelah pembangunan 120 silo rudal di Yumen.

"Ini adalah kedua kalinya dalam dua bulan publik mengetahui apa yang telah kami katakan selama ini tentang meningkatnya ancaman yang dihadapi dunia dan tabir kerahasiaan yang mengelilinginya," kata Komando Strategis AS dalam cuitannya di Twitter.

Dia turut menautkan link artikel dari New York Times, yang membahas temuan AFS itu.

Pada awal Juli ini, Departemen Luar Negeri AS mengatakan pembangunan nuklir China menghawatirkan.

Menurut pihaknya, Beijing nampaknya menyimpang dari strategi nuklir yang didasarkan pada pencegahan minimal.

Pemerintah AS meminta China untuk "melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi risiko perlombaan senjata yang tidak stabil".

Anggota Kongres dari Partai Republik sekaligus anggota Subkomite Angkatan Bersenjata DPR untuk Pasukan Strategis, Mike Turner, mengatakan pembangunan nuklir China belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurutnya, China "meningkatkan senjata nuklir untuk mengancam Amerika Serikat dan sekutu".

Lebih lanjut, dia menyoroti penolakan China untuk merundingkan soal kontrol senjata.

Dia menilai sikap Beijing ini harus menjadi perhatian semua negara yang terkait.

Anggota Partai Republik lain, Mike Rogers mengatakan pembangunan China menunjukkan perlunya memodernisasi penangkal nuklir AS dengan cepat.

Sebuah laporan Pentagon 2020 lalu memperkirakan persediaan hulu ledak nuklir China di "di bawah 200-an" dan telah ditingkatkan setidaknya dua kali lipat ketika Beijing memperluas dan memodernisasi pasukannya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved