Breaking News:

Pandemi Tidak Menghambat Keberlangsungan Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka

Di era pandemi ini program merdeka belajar-kampus merdeka juga tetap terlaksana secara daring dan para mahasiswa tetap memperoleh pendidikan. 

Editor: Ichwan Chasani
istimewa
Wakil Rektor Bidang Akademik Swiss German University (SGU), Dr. Irvan S. Kartawiria, S.T, M.Sc. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Bahkan saat ini jumlah orang yang terpapar virus di Indonesia masih tinggi sejak Juni 2021. 

Padahal awalnya Pemerintah sudah merencanakan sekolah tatap muka per Juli, namun ternyata sejak Juni angka positif melonjak. Akhirnya hingga kini, rencana tatap muka belum terealisasi.

Termasuk para mahasiswa yang menjalani perkuliahan dengan tanpa proses  pembelajaran tatap muka (PTM).

Wakil Rektor Bidang Akademik Swiss German University (SGU) Dr. Irvan S. Kartawiria, S.T, M.Sc, proses belajar secara daring sangat berbeda dibanding PTM.

"Tantangan terbesar adalah di engagement mahasiswa atau keterlibatan mahasiswa di proses pembelajarannya," ujar Irvan dalam siaran pers yang diterima Wartakotalive com, Senin (26/7/2021).

Dari pendidikan dini hingga perguruan tinggi akhirnya melakukan pembelajaran jarak jauh sejak Maret 2020 lalu hingga sekarang. Kebijakan itulah yang kemudian membawa tantangan baru bagi para siswa, dan juga orangtua.

Bahkan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, Dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau yang biasa dikenal dengan UNESCO menyebut hampir 300 juta siswa di seluruh dunia terganggu kegiatan sekolahnya dan terancam hak-hak pendidikan mereka di masa depan.

Tantangan ini muncul dikarenakan kurangnya kesiapan institusi pendidikan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh dengan berbagai kebijakan kebijakan baru di masa pandemi. 

Banyak pula dari sekolah yang memiliki keterbatasan untuk menunjang program pembelajaran selama pandemi berlangsung. Baik itu kurangnya perangkat yang menunjang maupun tidak meratanya kualitas pendidikan.

Sub Koordinator Kerja Sama Ditjen Dikti Kemendikbud-ristek Republik Indonesia Firman Hidayat SS, MS.i mengakui salah satu program yang terancam terhambat karena adanya pandemi covid-19 adalah program merdeka belajar-kampus merdeka.

Padahal  program ini baru  pertama kali dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia pada tahun 2020 lalu.

Program Kampus Merdeka sendiri memiliki beragam program kerja mulai dari Kampus Mengajar, Magang, Studi Independen, Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Indonesian International Student Mobility Awards, KKN Tematik, Proyek Kemanusiaan, Riset atau Penelitian, hingga Wirausaha.

Di era pandemi ini program merdeka belajar-kampus merdeka juga tetap terlaksana secara daring dan para mahasiswa tetap memperoleh pendidikan.  Di SGU selama pandemi, ada 46 mahasiswa mengikuti program di Jerman dan Swiss.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved