Olimpiade
Raih Medali Perak Olimpiade Tokyo 2020, Eko Yuli Irawan Minta Maaf Kepada Istrinya
Raih Medali Perak Olimpiade Tokyo 2020, Eko Yuli Irawan Minta Maaf Kepada Istrinya. Tidak Bias membawa pulang emas untuk Indonesia
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dwi Rizki
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN - Tak seperti biasanya, suasana tegang menyelimuti sebuah rumah di kawasan Jalan Palapa Raya, Jakasetia, Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Minggu (26/7/2021).
Seorang wanita menutup wajahnya dengan kedua tangan saat menonton layar kaca kala Eko Yuli Irawan menuju panggung untuk mengangkat beban clean and jerk seberat 177 kg pada kesempatan ketiga.
"Ayo Ayah, kamu bisa," kata Masitoh (32), istri Eko.
Jantung Ita berdebar begitu cepat, saat melihat mata suaminya fokus melihat beban di hadapannya.
Ia tahu, mimpi Eko untuk bisa menyumbang emas bagi ibu pertiwi hanya tinggal selangkah.
Apalagi, Ayah dua orang anak tersebut, telah berencana pensiun dari dunia angkat besi apabila telah berhasil menorehkan tahta tertinggi pada kejuaran olah raga paling bergengsi antar negara.
Baca juga: Sandiaga Uno Minta Para Hafidz dan Hafidzah Doakan Ekonomi Bangkit, Indonesia Kembali Pulih
Eko harus berhasil agar mampu melampaui total beban angkatan atlet angkat besi China, Li Fabin yang meraih total poin 313 kg dengan rincian snacth 141 kg dan 172 kg clean and jerk.
Ketika Eko mulai menggenggam bebannya, Ita semakin tak kuat menahan ketegangan hatinya.
Ia pun tak kuasa menutup penuh wajahnya dan memilih untuk tak melihat aksi suaminya.
Namun sayang, yang ia dengar adalah suara kecewa saudara di sebelahnya setelah Eko gagal mengangkat beban 177 kg pada kesempatan ketiga.
"Yah gagal. Enggak apa-apa, masih dapat perak," tutur Ita.
Baca juga: Kolaborasi Bersama Enesis Group, CFO Club Indonesia Ajak Pelaku UMKM Sukseskan Vaksinasi Covid-19
Ita mengetahui suaminya akan sibuk menjalani rangkaian prosesi pengalungan medali dan tes kesehatan setelah pertandingan.
Ia pun menunggu dengan sabar selama tiga jam sampai Eko sendiri yang menghubunginya melalui panggilan video.
Tak disangka, kata-kata pertama yang diucapkan Eko kepada Ita adalah permohonan maaf.
"Dia pas nelepon bilang, 'maaf ya Bun', gitu katanya," ungkapnya.
Melihat kekecewaan yang tersirat melalui raut wajah suaminya, Ita kemudian berupaya membesarkan hati Eko.
Baca juga: Kondisi Jennifer Jill Tidak Baik di Penjara, Rehabilitasi Tidak Tuntas dan Suami Terpapar Covid-19
"Saya bilang, 'enggak usah minta maaf, Bunda sudah bangga sama Ayah. Alhamdulillah dapat medali, Olimpiade lagi, kan susah', ya aku begitu saja motivasinya," ujar Ita.
Sebagai seorang Istri yang juga merupakan mantan atlet angkat besi, Ita tahu betul bahwa suaminya selalu ingin melampaui batas kemampuannya.
Ia pun memahami saat Eko memutuskan untuk menambah beban angkatan hingga 12 kilogram.
"Kalau kata aku dia belum puas. Karena kelihatan ya agak kecewa. Mungkin kalau dia, lebih baik dapat perak atau perunggu, tapi angkatannya tuh lebih dari yang dia mau. Ketimbang dapat perak tapi angkatannya jauh," ucapnya.
Terlebih lagi, Ita melihat beberapa kali Eko mampu mengangkat beban hingga 180 kg saat menjalani sesi latihan di rumah.
Oleh sebab itu, Ita mengira Eko pasti akan mampu menaklukan beban 177 kilogram.
"Pas latihan beban angkatan sampai 180 kilogram loh. Itu beberapa kali bisa. Makanya saya agak yakin kalau dia bisa. Tapi mungkin karena masih masa penyembuhan habis sakit, lalu diet juga, jadi tenaganya kurang," tutur Eko. (abs)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/masitoh-istri-eko-yuli-irawan.jpg)