Berita Jakarta

Angkut Penumpang di Terminal Bayangan, 14 Bus AKAP Dikandangkan Sudin Perhubungan Jaktim

Angkut Penumpang di Terminal Bayangan, 14 Bus AKAP Dikandangkan Sudin Perhubungan Jaktim. Tak hanya langgar trayek, mereka langgar PPKM darurat

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Ilustrasi Terminal Bayangan. Suasana Terminal ilegal Pondok Pinang, Jalan Kebayoran Lama Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Rabu (14/7/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, CAKUNG - Selama PPKM darurat, 14 bus antar kota antar provinsi (AKAP) dihentikan sementara operasionalnya oleh Sudin Perhubungan Jakarta Timur.

Selain diberhentikan sementara operasionalnya, bus tersebut juga dikandangin Sudin Perhubungan.

Pasalnya, belasan bus AKAP tersebut sudah melanggar ketentuan Pemerintah terkait PPKM darurat.

Mereka mengangkut penumpang di luar terminal yang sudah ditentukan.

Kasi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Riky Erwinda menjelaskan, 14 bus tersebut memgangkut penumpang di terminal bayangan.

"Ada 14 bus yang kita tindak dengan mengandangkan di Terminal Pulogadung dan Terminal Angkutan Barang Pulogebang," ujar dia saat dikonfirmasi wartawan, Senin (26/7/2021).

Menurut dia, belasan bus itu mengangkut penumpang tanpa syarat protokol kesehatan.

Padahal sesuai dengan aturan dari Pemerintah setiap perjalanan harus menunjukan surat bebas Covid-19.

Bisa juga penumpang menunjukan surat vaksinasi Covid-19, minimal dosis tahap pertama.

Baca juga: Harap Diperhatikan, Penumpang KA Jarak Jauh Kini Tidak Perlu STRP, Tapi Wajib Bawa Sertifikat Vaksin

"Ini sesuai surat edaran (SE) Kementerian Perhubungan nomor 43 tahun 2021," ucapnya.

"Jika ada bus yang menaikkan atau menurunkan penumpang di luar terminal dikhawatirkan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 tidak terpantau," sambung dia.

Riky menerangkan, beberapa terminal bayangan berada di wilayah Cakung Barat, Pangkalan Jati Kalimalang dan Pasar Rebo.

Baca juga: Raih Medali Perak Olimpiade Tokyo 2020, Eko Yuli Irawan Minta Maaf Kepada Istrinya

"Kemudian kita juga tindak terminal bayangan di kawasan kolong Flyover Kampung Melayu, Jalan Raya Bogor wilayah Kecamatan Kramat Jati, Jalan Raya Bekasi, Cakung," katanya.

Riky menambahkan, pihaknya menerjunkan 16 personel untuk melakukan pengawasan agar terminal bayangan itu tidak lagi beroperasi.

Setiap hari anggotanya berkeliling untuk mengawasi lokasi yang menjadi terminal bayangan.

Jika masih ada bus mengangkut penumpang di terminal bayangan, maka akan dilakukan penindakan yang sama.

"Mereka keliling setiap saat, bisa subuh, sore, siang atau malam," jelas Riky. (m26)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved