Sabtu, 11 April 2026

Ini Kata Mendagri Soal Masyarakat Terima Bansos Dobel

Bila Ada Masyarakat yang Terima Bansos Dobel, Mendagri: Lebih Baik Dobel dari pada Tidak Sama Sekali. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Penulis: Vini Rizki Amelia |
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dalam pelaksanaan pemberian bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak pandemi Covid-19, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) tak ragu dalam membelanjakan anggarannya.

Tito menilai kendala yang dimiliki Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menyalurkan bansos terletak dari adanya skema bansos dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos).

Sebab, hal itu diakui Tito membuat Pemda khawatir adanya penerima bansos yang dobel atau kata lainnya ada masyarakat yang mendapatkan bansos dari Pempus dan juga Pemda.

Terlebih saat ini pemberian bansos dikatakan Tito turut ditangani unsur TNI-Polri.

Baca juga: VIDEO Dicatut Demo PPKM Darurat, Ojol: Kami tidak Mau Ditunggangi Politik

Untuk itu, Tito meminta Pemda tak ragu dalam menyalurkan bansos meskipun harus ada masyarakat yang menerima dobel.

"Saya menyampaikan bahwa lebih baik kita berpikir masyarakat yang kesulitan terima dobel dari pada dia tidak terima sama sekali, karena ini keadaan darurat, yang penting niat kita baik, membantu. Selama itu enggak di mark up atau digunakan untuk kepentingan sendiri," tegas Tito kepada wartawan di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (23/7/2021).

Jika pun Pemda khawatir akan adanya penyalahgunaan bansos oleh oknum tertentu, Tito mengatakan Pemda bisa menggandeng Polres dan juga Kejaksaan di wilayahnya dalam proses penyaluran bansos agar tak ada penyalahgunaan.

Tak hanya itu, masyarakat juga diminta untuk tak ragu melaporkan bila menemukan adanya dugaan penyelewengan bansos.

Baca juga: Kota Depok Jadi Penyumbang Kasus Covid-19 Tertinggi, Tito Karnavian: Masuk Atensi Kami

"Bapak Presiden perintahkan untuk melakukan pendampingan, kalau perlu buat berita acara sama-sama, datanya harus dibuka, setelah itu kita tangani ramai-ramai, jadi, masyarakat pun terbantu tanpa perlu takut," akunya.

Sebelumnya, dalam kunjungannya memonitoring penanganan pandemi Covid-19 di Kota Depok, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian turut membahas mengenai penyaluran pemberian bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat.

Mantan Kapolri ini mengatakan, meski dari pemerintah pusat (pempus) diantaranya Kementerian Sosial, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) serta BUMN turut menggelontorkan anggaran bagi warga terdampak.

Namun Tito menyadari bahwa sedianya Pemerintah Daerah (Pemda) memiliki anggaran khusus untuk bansos maupun dari anggaran regular yang dapat digunakan dalam pemberian bansos.

Untuk itu, Tito mengatakan kepala daerah dapat turut mendukung pemberian bansos guna berbagi beban dengan Pempus menggunakan anggaran daerah.

Baca juga: Kota Depok Jadi Penyumbang Kasus Covid-19 Tertinggi, Tito Karnavian: Masuk Atensi Kami

"Saya minta ke teman-teman di daerah, kita berbagi beban, tidak hanya (menggunakan anggaran dari) Pemerintah Pusat tapi juga pakai anggaran yang ada di daerah untuk diberikan bansos segera dan belanjakan kemudian diberikan kepada masyarakat yang betul-betul memerlukan," kata Tito kepada wartawan di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (23/7/2021).

Tak hanya sekedar menggelontorkan anggaran, Tito juga meminta para kepala daerah untuk terjun langsung memberikan bansos tersebut kepada masyarakat.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved