Breaking News:

Covid19 Jakarta

Sempat di Posisi Puncak, Kini Kasus Covid-19 di Cengkareng Turun Drastis

Setelah sempat tinggi, kini kasus Covid-19 mulai melandai di wilayah Cengkareng. Hal ini membuat warga sedikit lega.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Valentino Verry
Sempat di Posisi Puncak, Kini Kasus Covid-19 di Cengkareng Turun Drastis
Warta Kota/Desy Selviany
Ilustrasi swab antigen massal di Jakarta. Kini wilayah Cengkareng mengalami penurunan kasus Covid-19.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kasus Covid-19 di Kecamatan Cengkareng turun ke peringkat 12 se-DKI Jakarta.

Sebelumnya, kecamatan itu sempat berada di posisi puncak penularan Covid-19 di Jakarta.

Camat Cengkareng Ahmad Faqih mengakui mulai ada pelandaian kasus Covid-19 di wilayahnya.

Baca juga: Kapal Pelni Jadi Tempat Isolasi Pasien OTG hingga Gejala Ringan untuk Atasi Krisis Ruang Perawatan

"Sekarang kami sudah di peringkat ke-12 se-Jakarta. Kasus harian juga turun menjadi 120 kasus per hari," ujar Faqih, Rabu (21/7/2021).

Faqih mengatakan, sejak akhir Juni 2021, Cengkareng memang sempat alami tsunami Covid-19.

Di mana angka penularan harian dapat mencapai 800 kasus Covid-19 per hari.

Kemudian, sejak PPKM Darurat diberlakukan, kasus harian mulai menurun dari hari ke hari.

"Sebelumnya bisa sampai 500 dan 800 kasus harian," tuturnya.

Saat ini, jumlah kasus Covid-19 aktif di Cengkareng tersisa 2.332 warga yang masih terpapar Covid-19.

Baca juga: Ini yang Harus Dihindari dan Menjadi Titik Lengah Penyebaran Virus Covid-19

Meski alami penurunan, Faqih menjamin pihaknya tetap memperketat PPKM seperti aturan yang berlaku yakni sampai 25 Juli 2021.

"Sementara ini, kita tetap ikuti program PPKM Darurat karena kan diperpanjang sampai tanggal 25 Juli. Jadi tetap kami ikuti," tandasnya.

Sebelumnya Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, mencatat peningkatan harian kasus Covid-19 tertinggi se-DKI Jakarta, Minggu (20/6/2021).

Ahmad Faqih menyatakan, tingginya peningkatan kasus Covid-19 di wilayahnya disebabkan warga yang semakin abai akan protokol kesehatan.

Baca juga: Seekor Sapi Limosin Mengamuk, Dua Mobil Milik Pegawai Pemkot Jakarta Pusat Rusak

"Warga masyarakat ini semakin abai kalau saya lihat. Mungkin karena bosan memuncak dengan berbagai pengetatan sehingga tingkat kesadaran untuk melakukan protokol kesehatan ini semakin abailah begitu," katanya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved