Senin, 20 April 2026

Berita Jakarta

Ramai Kartel Kremasi, Jusuf Hamka: Teganya Mereka Meras Saudara Kita

Krematorium Cilincing punya cara sendiri berbuat baik khususnya bagi mereka yang akan melakukan kremasi jenazah Covid-19. 

Penulis: Junianto Hamonangan |
Istimewa/Dok Krematorium Cilincing
Suasana kremasi jenazah Covid-19 di Krematorium Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (18/7/2021). Biaya kremasi untuk jenazah Covid dikenakan hingga Rp 10 juta. 

WARTAKOTALIVE.COM, CILINCING -  Kartel kremasi yang diduga mencari keuntungan berlipat-lipat dari jenazah Covid-19 terus mencuat dan menjadi perbincangan hangat. 

Pembina Krematorium Cilincing Jusuf Hamka mengatakan, pihaknya punya cara sendiri berbuat baik khususnya bagi mereka yang akan melakukan kremasi jenazah Covid-19. 

“Silakan mereka berkartel ria, yang penting kita di sini berbuat baik ria. Itu prinsip kita,” ucap Jusuf Hamka, Rabu (21/7/2021). 

Dia menganggap, kartel kremasi yang sedang ramai dibicarakan di media sosial sebagai tindak kejahatan.

Alasannya, tindakan tersebut sama saja pemerasan terhadap masyarakat. 

Baca juga: Ariza Minta Pengelola Krematorium Ambil Keuntungan Sewajarnya saat Kremasi Jenazah Covid-19

Baca juga: Warga Ungkap Diperas Rp65 Juta untuk Kremasi Jenazah, Ketua DPRD DKI Minta Polisi Tembak Mati Pelaku

“Kita kan di Indonesia sedang berduka, tega-teganya mereka meras saudara-saudara kita," ujarnya.

Sebelumnya informasi kasus kartel kremasi viral melalui pesan berantai WhatsApp.

Pesan yang diberi judul 'Diperas Kartel Kremasi' itu mencuat informasi proses kremasi mencapai puluhan juta rupiah. 

Sebelum diberitakan, pengelola Krematorium Cilincing, Jakarta Utara, menyiapkan strategi mengantisipasi calo atau oknum memainkan harga proses kremasi jenazah Covid-19. 

Petugas Manajemen dan Personalia Krematorium Cilincing, Heru Prayitno mengatakan, ada petugas khusus untuk menerima jenazah Covid-19 yang memeriksa kelengkapan data dan dokumen.

"Jadi kita nggak ada itu sistem pendaftaran yang hanya titip nama kosong, tidak ada data, itu nggak dilayani," kata Heru, Minggu (18/7/2021).

Setelah itu pihaknya juga meminta keluarga agar melengkapi dokumen seperti surat dari rumah sakit serta surat lainnya untuk keperluan kremasi.

Baca juga: Sejak Kasus Covid-19 Melonjak, Antrean Kremasi Jenazah di Jakarta Mencapai Seminggu

Baca juga: Dituduh Kartel Kremasi, Begini Penjelasan Rumah Duka Terkait Penanganan Jenazah Covid-19

Heru memastikan, pegawainya juga berhubungan tanpa perantara pihak lain dan langsung bertemu keluarga atau ahli waris jenazah. 

"Soalnya kita mengantisipasi kejadian calo atau broker yang terjadi saat ini. Kita nggak mau disalahkan dari pihak keluarga," kata Heru.

Terkait harga, biaya kremasi jenazah Covid-19 memang lebih mahal yakni Rp 10 juta.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved