PPKM Darurat
PPKM Darurat Berpeluang Diperpanjang, IHSG Diperkirakan Sulit Terbang
PPKM Darurat Berpeluang Diperpanjang, IHSG Diperkirakan Sulit Terbang. Simak selengkapnya di dalam berita ini.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat berpeluang diperpanjang hingga akhir Juli 2021, sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan sulit terbang.
Selain itu, terkoreksinya pasar saham global akibat kekhawatiran terhadap peningkatan penyebaran Covid-19 varian delta menjadi sentimen negatif bagi pasar saham dalam negeri.
"Sentimen negatif global di tambah sentimen negatif dalam negeri berupa naiknya kasus Covid-19 dan peluang perpanjangan PPKM darurat sampai akhir bulan Juli pada tanggal 19 Juli 2021. IHSG berpeluang koreksi," ujar Pengamat pasar modal Hans Kwee melalui risetnya, Minggu (18/7/2021).
Kendati demikian, di tengah kenaikan kasus Covid-19 varian delta, pasar saham Indonesia tetap mampu menguat di pekan ini.
Baca juga: Dion Wiyoko Sah Jadi Ayah Usai Fiona Anthony Melahirkan Anak Pertama, Diberi Nama Gianna Mae Wiyoko
Hans menjelaskan, satu di antara faktor pendorong kenaikan pasar saham adalah kedatangan vaksin dalam sepekan terakhir.
Indonesia kembali menerima 1,4 juta dosis atau setara 704.000 vial vaksin Covid-19 produksi Sinopharm, yang akan digunakan untuk program vaksinasi gotong royong.
"Dengan kedatangan ini, maka total sudah tiba sebanyak 4,316 juta dosis vaksin Sinopharm di Indonesia," kata Hans.
Selain itu, pemerintah telah mendatangkan 1.041.400 dosis vaksin jadi AstraZeneca sehingga total vaksin yang telah Indonesia terima adalah 141.315.880 vaksin.
Kemudian, dia menambahkan, Indonesia juga telah menerima vaksin Moderna dari Amerika Serikat sebanyak 3.000.060 dosis.
"Ini merupakan pengiriman vaksin Moderna tahap pertama yang Indonesia dapatkan dari Amerika melalui Covax Facility yang merupakan program bersama untuk mendukung akses penanggulangan Covid-19. Kedatangan dan peningkatan penyuntikan vaksin di dalam negeri menjadi sentimen positif pasar keuangan di tengah peningkatan kasus," pungkas Hans. (Yanuar Riezqi Yovanda)
Baca juga: Astrid Kerap Ikuti Yasinan Virtual Tiap Malam, tapi Banyak Orang tak Percaya Ada Virus Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/indeks-saham_9999.jpg)