Jumat, 24 April 2026

PPKM Darurat

Bantu Sesama, Warung Ini Sediakan Nasi Bungkus Gratis Selama PPKM Darurat

Bantu Sesama, Warung Ini Sediakan Nasi Bungkus Gratis Selama PPKM Darurat. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Penulis: Ramadhan L Q |
Ramadhan L Q
Wartegan membantu sesama dengan cara menyediakan 100 nasi bungkus gratis per hari. Wartegan di Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Minggu (18/7/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Membantu sesama dapat dilakukan dengan berbagai cara, satu di antaranya adalah berbagi nasi bungkus.

Seperti warteg modern dengan konsep kekinian bernama Wartegan, yang memiliki dua cabang di Jakarta Selatan. 

Kedua tempat tersebut berada di Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu dan Jalan Gotong Royong, Fatmawati.

Wartegan menarik perhatian warga baik yang melintas maupun pengguna media sosial karena menyediakan nasi bungkus gratis.

Baca juga: Sebelum Meninggal, Almarhumah Istri Anwar Fuady Sudah Siapkan Sapi Limosin untuk Kurban Tahun Ini

Wempi Januar (34), pemilik Wartegan, mengatakan alasan dirinya memberi nasi bungkus gratis ke masyarakat murni ingin bersedekah.

Apalagi, banyak masyarakat kecil saat ini mengalami kesulitan selama PPKM Darurat yang sudah berlangsung sejak 3 Juli lalu.

“Kami sama-sama manusia, kami merasa PPKM ini susah banget, apalagi buat teman-teman yang ada di bawah kami,” ujar Wempi kepada Wartakotalive.com, Minggu (18/7/2021).

“Walaupun kami nggak bisa berkontribusi banyak buat mereka, tapi setidaknya kami melakukan apa yang bisa kami lakukan,” lanjutnya.

Baca juga: Mensos Dorong Penyaluran 2.010 Ton Beras untuk Pekerja Informal Terdampak Pandemi Se-Jawa-Bali

Adapun nasi bungkus gratis yang diberikan kepada masyarakat berupa nasi putih, lauk mengandung protein, sayur, dan sambal.

“Isinya nasi putih, protein bisa ayam, ikan, macam-macam, terus kombinasi sayur oseng dan sambal,” kata Wempi.

Wempi mengatakan, awalnya Wartegan hanya ingin membagikan sebanyak 15-20 bungkus per hari.

Namun, nasi bungkus gratis yang disediakan Wartegan dalam jumlah tersebut langsung cepat habis diserbu masyarakat.

“Terus kami tambah lagi jadi 50 bungkus, lalu cepat habisnya, banyak yang butuh seperti driver ojol, tukang sapu, pemulung, pekerja lepasan,” ucapnya.

Setelah itu, Wartegan kembali menambah jumlah nasi bungkus menjadi 100 porsi , tapi dalam 3-4 jam sudah habis.

“Akhirnya kami tambah jadi 100 bungkus, lalu 3-4 jam sudah habis. Karena banyak orang butuh makan,” ujar Wempi.

Baca juga: Ini Tips dan Trik Kerjakan TKP SKD CPNS Dengan Cepat

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved