Minggu, 12 April 2026

Vaksinasi Covid19

DAFTAR 5 Vaksin Covid-19 yang Dipakai Indonesia, Efikasi Pfizer Tertinggi, Sinovac Paling Rendah

Setiap vaksin yang diproduksi diharapkan memiliki kemanjuran atau efikasi dalam melawan suatu penyakit.

Sumber: SHUTTERSTOCK/solarseven/via Kompas.tv
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan 5 izin penggunaan darurat (EUA) vaksin Covid-19, hingga pertengahan Juli 2021. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan 5 izin penggunaan darurat (EUA) vaksin Covid-19, hingga pertengahan Juli 2021.

Kelima vaksin Covid-19 itu adalah Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer.

Setiap vaksin yang diproduksi diharapkan memiliki kemanjuran atau efikasi dalam melawan suatu penyakit.

Baca juga: Luhut: Makin Banyak Kita Bikin Berita Tidak Benar, Makin Banyak Orang Stres dan Meninggal

Efikasi didapatkan melalui beberapa tahapan uji klinik.

Berikut ini daftar vaksin Covid-19 yang digunakan Indonesia dan tingkat kemanjurannya:

1. Sinovac

Vaksin yang diproduksi oleh Sinovac Biotech ini merupakan vaksin pertama di Indonesia yang memperoleh EUA.

BPOM menyebut, berdasarkan uji klinik di Bandung, efikasi vaksin ini sebesar 65,3 persen.

Dan berdasarkan laporan dari Turki, efikasi vaksin ini sebesar 91,25 persen, dan di Brasil sebesar 78 persen.

“Efikasi vaksin sebesar 65,3% dari hasil uji klinik di Bandung tersebut menunjukkan harapan bahwa vaksin ini mampu untuk menurunkan kejadian penyakit Covid-19 hingga 65,3%,” ujar Kepala BPOM Penny K Lukito, 11 Januari 2021.

2. AstraZeneca

Vaksin AstraZeneca merupakan vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Oxford University bekerja sama dengan AstraZeneca, menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector (ChAdOx 1).

Berdasarkan data hasil uji klinik yang disampaikan, pemberian Vaksin Astra Zeneca 2 dosis dengan interval 4-12 minggu pada total 23.745 subjek, dinyatakan aman dan dapat ditoleransi dengan baik.

Dari evaluasi Khasiat, pemberian vaksin AstraZeneca menunjukkan kemampuan yang baik dalam merangsang pembentukan antibodi, baik pada populasi dewasa maupun lanjut usia.

Efikasi vaksin dengan 2 dosis standar yang dihitung sejak 15 hari pemberian dosis kedua hingga pemantauan sekitar 2 bulan, menunjukkan efikasi sebesar 62,10%.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved