Breaking News:

Covid19 Bogor

Ade Yasin Desak Tim Monitoring PPKM Darurat Perketat Pengawasan guna Menekan Lonjakan Kasus Covid-19

Bupati Bogor Ade Yasin khawatir kasus Covid-19 di wilayahnya kian membengkak. Ade pun mendesak tim pengawas perketat PPKM Darurat.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Bupati Bogor, Ade Yasin, meminta tim pengawas meningkatan monitoring pada PPKM Darurat, sebab saat ini kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor sudah sangat tinggi. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Penularan Covid-19 yang begitu cepat membuat pemerintah Kabupaten Bogor waspada.

Dalam beberapa hari terakhir rekor baru penularan Covid-19 terus terjadi di wilayah ini.

Terbaru, pada Selasa (13/7/2021), kasus harian konfirmasi positif Covid-19 di Bumi Tegar Beriman mencapai 928 kasus.

Baca juga: Berisi Data Pribadi, Kemenkominfo Imbau Masyarakat Cermat Menyimpan Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Menyikapi perkembangan ini, Bupati Bogor Ade Yasin meminta tim monitoring untuk melakukan pengawasan terhadap kepatuhan aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Jadi kita aktifkan kembali, sekarang ada enam tim yang sebelumnya melakukan monitoring ke beberapa rumah sakit, kini mengawasi kepatuhan aturan PPKM Darurat terutama untuk kalangan industri atau pelaku usaha," kata Ade, Rabu (14/7/2021).

Tim monitoring ini masing-masing dipimpin Bupati, Wakil Bupati, Ketua Dewan, Kapolres, Dandim, dan Kepala Kejaksaan Negeri.

"Setiap hari kita bagi tugas ke lokasi yang berbeda, supaya cepat tuntas. Jadi kita monitor di lapangan mana yang masih bandel, mana yang sudah patuh. Hasil pemantauan ini kita rekap, nanti kita laporkan ke Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan," ungkapnya.

Ade meminta kepada Menteri Perindustrian untuk membuat surat edaran bahwa kapasitas bekerja di pabrik maksimal 50 persen itu wajib ditaati oleh para pengusaha di sektor esensial dan kritikal. Sementara di luar sektor itu harus 100 persen bekerja dari rumah.

"Mereka yang nekad melanggar PPKM Darurat memang karena tidak takut kepada kita. Izin-izin kan kewenangannya ada di pusat, jadi hanya pusat yang bisa cabut izin. Mereka pikir paling hanya bayar denda untuk tindak pidana ringan," jelasnya.

Baca juga: Rekor Kembali Pecah, Kasus Harian Covid-19 Kabupaten Bogor Tembus Angka 928 Orang

Dia khawatir saat tim monitoring datang, pelaku usaha di sektor esensial atau kritikal ini melaksanakan aturan maksimal 50 persen.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved