Berita internasional
Presiden Turki Erdogan Bahas Kerja Sama dengan Presiden Israel
Pembicaraan via telepon antara kedua pemimpin negara ini terjadi setelah Erdogan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Otoritas Palestina
Negara ini pertama kali memutuskan hubungannya dengan Israel pada 2010 silam.
Pemutusan hubungan dilatari pembunuhan 10 aktivis pro-Palestina asal Turki yang menaiki kapal milik Turki, Mavi Marmara oleh pasukan Israel.
Kapal itu memiliki misi mengantar bantuan dan menghancurkan blokade maritim Israel di Gaza.
Hubungan kedua negara sempat membaik pada 2016 tetapi bersitegang lagi pada 2018.
Pada Mei 2018, Ankara menarik utusannya karena serangan mematikan terhadap warga Palestina di Gaza yang memprotes keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memindahkan kedutaan Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Erdogan dan mantan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu juga sering bertukar komentar pedas.
Kendati demikian kedua negara masih terus melakukan perdagangan.
Pada penyerangan Israel ke Jalur Gaza Palestina Mei lalu, Erdogan menuduh negara Yahudi itu mengobarkan "terorisme".
Pihaknya saat itu juga berjanji mengumpulkan kekuatan dunia untuk melindungi wilayah tersebut.
Serangan selama 11 hari di Gaza menyebabkan 260 warga Palestina meninggal dunia.
Termasuk di antaranya 66 anak-anak dan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta daerah pemukiman hancur.
Di pihak Israel, 13 orang tewas oleh roket yang ditembakkan dari kelompok Hamas Palestina, termasuk dua anak.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kerap Bersitegang, Presiden Turki Erdogan Bahas Kerja Sama Via Telepon dengan Israel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/recep-tayyip-erdogan.jpg)