Breaking News:

Berita internasional

Pemerintahan Biden Tambahkan Lebih dari 10 Perusahaan China ke Daftar Hitam

Kebijakan terbaru Washington ini dikeluarkan atas dasar dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang dan pengawasan teknologi tinggi

Editor: Bambang Putranto
AP/tribunnews.com
Pemerintahan Presiden Joe Biden akan menambahkan lebih dari 10 perusahaan China ke daftar hitam perdagangannya 

Wartakotalive.com - Pemerintahan Presiden Joe Biden akan menambahkan lebih dari 10 perusahaan China ke daftar hitam perdagangannya paling cepat Jumat (9/7/2021).

Kebijakan terbaru Washington ini dikeluarkan atas dasar dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang dan pengawasan teknologi tinggi, dua sumber mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Departemen Perdagangan AS menambahkan lima perusahaan lain dan entitas China lainnya ke daftar hitam atas tuduhan kerja paksa di wilayah barat jauh China.

"Penambahan Daftar Entitas Departemen Perdagangan adalah bagian dari upaya pemerintahan Biden untuk meminta pertanggungjawaban China atas pelanggaran hak asasi manusia," kata sumber tersebut.

Sementara itu, China menolak tuduhan genosida dan kerja paksa di Xinjiang.

Tiongkong menegaskan bahwa kebijakannya diperlukan untuk membasmi separatis dan ekstremis agama, yang merencanakan serangan dan memicu ketegangan antara etnis Uighur yang sebagian besar Muslim dan Han, kelompok etnis terbesar di China.

Dilansir Al Jazeera, Kedutaan China di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Salah satu sumber mengatakan departemen berencana untuk menambahkan 14 perusahaan China ke Daftar Entitas untuk pelanggaran yang dilaporkan di Xinjiang.

Identitas perusahaan yang ditambahkan tidak segera diketahui.

Beberapa perusahaan dari negara lain juga akan ditambahkan ke daftar hitam departemen segera pada hari Jumat.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved