Kamis, 7 Mei 2026

Berita Jakarta

Vitamin dan Suplemen Banyak Diburu Warga, Pedagang Pasar Pramuka Justru Kasih Diskon 15 Persen

Vitamin dan Suplemen Banyak Diburu Warga, Pedagang Pasar Pramuka Justru Kasih Diskon 15 Persen. Berikut Selengkapnya

Tayang:
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Suasana salah satu kios di Sentra Penjualan Obat Pasar Pramuka, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur pada Rabu (7/7/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, MATRAMAN - Meningkatnya kasus Covid-19 di DKI Jakarta sejak beberapa pekan terakhir memicu tingginya permintaan vitamin dan suplemen di Sentra Penjualan Obat Pasar Pramuka, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.

Pemandangan tersebut seperti yang terlihat pada hari ini, Rabu (7/7/2021).

Ratusan warga silih berganti menyambangi setiap kios penjualan obat-obatan dan vitamin di Sentra Penjualan Obat Pasar Pramuka

Meski banyak diburu oleh warga, Ketua Asosiasi Pedagang Obat Pasar Pramuka, Yoyon mengatakan harga vitamin dan suplemen di Pasar Pramuka masih stabil.

"Mereka membeli vitamin untuk dikonsumsi karena takut tertular Covid-19, karena akhir-akhir ini angkanya lagi tinggi," ucap dia Rabu (7/7/2021).

Baca juga: PPKM Darurat Hari Kelima, Polisi Klaim Volume Kendaraan di Ibu Kota Turun Sebesar 60 Persen

Meski warga banyak yang buru vitamin, dirinya meyakinkan bahwa para pedagang tidak ada yang menaikan harga.

Justru para pedagang di Pasar Pramuka memberi diskon kepada warga yang membeli vitamin dan suplemen.

"Kita beri diskon 15 persen, ada berbagai macam merk vitamin dan suplemem yang dijual oleh pedagang," katanya.

Baca juga: Jangan Salah Masuk, Pemkot Bekasi Buka 3 Akses Vaksinasi Covid-19 di Stadion Patriot Candrabhaga

Sementara itu, terkait 12 jenis obat yang mampu atasi gejala Covid-19 diungkapkan Yoyon telah habis sejak empat hari lalu.

Namun, Yoyon tidak menjelaskan secara rinci 12 jenis obat tersebut.

Obat tersebut sangat ampuh meringankan peradangan, flu, demam dan lainnya.

"Tapi kita selalu imbau kepada warga untuk hati-hati dalam konsumsi obat-obatan, tetap ikuti anjuran dan aturan pakai dari dokter," tutur Yoyon.

Obat-obatan Kian Langka

WARTAKOTALIVE.COM, CILANDAK - seiring dengan melonjaknya kasus virus corona Jakarta, permintaan obat covid-19 pun meningkat tajam.

Obat-obatan yang umumnya dipakai untuk mengurangi gejala covid-19 pun kini kian langka di pasaran.

Seperti halnya di wilayah Jakarta Selatan pada Selasa (6/7/2021), sejumlah apotek mengaku telah kehabisan stok berbagai merek obat.

“Habis seminggu yang lalu, stoknya kosong. Tiap hari banyak yang tanya ke sini, tapi stok nggak ada,” ujar Aslan, asisten apoteker di Apotek K-24.

Tak hanya di Apotek K-24, Apotek Melawai juga mengaku kehabisan stok obat Covid-19. Jika stok obat ada, langsung habis dibeli.

“Kosong obatnya. Kalau ada juga, langsung habis dibeli,” ucap petugas apotek yang tak menyebutkan nama karena melayani pembeli.

Baca juga: Hari Keempat PPKM Darurat, Polda Metro Jaya Klaim Jumlah Kendaraan Menurun Drastis Hari Ini

Hal sama juga terjadi di Apotek Cipete Raya, Cilandak, Jakarta Selatan.

Petugas meminta nomor telepon untuk nanti dihubungi jika stok obat tersedia.

“Stok kosong, belum datang. Sudah 3 hari stok kosong. Nanti dikabari kalau sudah ada obatnya,” ujar Rani, petugas apotek.

Baca juga: Kasus Covid-19 Ibu Kota Kian Tinggi, Anies Minta Perusahaan Non Esensial Patuhi PPKM Darurat

Namun, ada juga apotek yang hanya memiliki satu stok obat saja, yakni Azithromycin 500 mg tablet. 

Asisten apoteker Apotek Sanafarma, Kiki mengatakan harga satu tablet Azithromycin 500 mg dipatok Rp 12.000.

“Itu harus pake resep dokter. Stok obatnya masih cukup (untuk Azithromycin 500 mg tablet), ujar Kiki.

Baca juga: Anies Baswedan Tegur Keras Manager HRD yang tetap Pekerjakan Karyawan Hamil Selama Masa PPKM Darurat

Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) obat-obatan yang digunakan dalam masa pandemi Covid-19. 

Penetapan harga itu diterbitkan dalam bentuk Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4826/2021.

Berikut harga eceran tertinggi (HET) sejumlah obat yang ditetapkan Kementerian Kesehatan:

  1. Favipiravir 200 mg tablet: Rp 22.500
  2. Remdesivir 100 mg injeksi vial: Rp 510.000
  3. Oseltamivir 75 mg kapsul: Rp 26.500 / 26.000
  4. Intravenous immunoglobulin 5 persen 50 ml infus: Rp 3.262.300
  5. Intravenous immunoglobulin 10 persen 25 ml infus: Rp 3.965.000
  6. Intravenous immunoglobulin 10 persen 50 ml infus: Rp 6.174.900
  7. Ivermectin 12 mg tablet Rp 7.500
  8. Tocilizumab 400 mg/20 ml infus: Rp 5.710.600
  9. Tocilizumab 80 mg/4 ml infus: Rp 1.162.200
  10. Azithromycin 500 mg tablet: Rp 1.700
  11. Azithromycin 500 mg infus: Rp 95.400
Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved