Rabu, 3 Juni 2026

Covid19

72 Jenazah Dikubur Tiap Hari, Petugas Pemulasaran TPU Padurenan Bekasi Kini Bekerja 24 Jam

"Awalnya kami melayani pemakaman dari jam 7 sampai jam 5 sore, sekarang ditambah jamnya menjadi 24 jam melakukan pelayanan pemakanaman,"

Tayang:
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Wartakotalive.com/Yolanda Putri Dewanti
Proses pemakaman salah satu jenazah Covid-19 di TPU Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Minggu (4/7/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN --- Sejak angka kematian pasien Covid-19 melonjak, petugas pemulasaran di TPU Padurenan, Mustika Jaya, Kota Bekasi bekerja 24 jam.

Awalnya, jam kerja petugas dibatasi dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.

Namun kini, petugas pemulasaran terpaksa kerja lembur lantaran antrean jenazah semakin banyak.

"Awalnya kami melayani pemakaman dari jam 7 sampai jam 5 sore, sekarang ditambah jamnya menjadi 24 jam melakukan pelayanan pemakaman," ungkap Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan Kota Bekasi) Jumhana Lutfi saat dikonfirmasi Wartakotalive.com, Rabu (7/7/2021).

Sebelumnya sebanyak 25 orang petugas bekerja bergantian tanpa ada pembagian regu.

Setelah petugas pemulasaran ditambah dari TPU Perwira dan Jatisari, pihaknya membagi petugas menjadi 8 regu.

"Satu regu isinya enam orang. Petugas kami bagi shift, yang pertama dari jam 6 sampai jam 5 sore, itu 4 regu, shift ke dua jam 5 sore sampai jam 12 malam, itu 2 regu, selanjutnya jam 12 malam sampai jam 6 pagi, itu 2 regu," katanya.

Penambahan jam kerja beserta petugas pemulasaran dilakukan lantaran sejak terjadi lonjakan Covid-19 pada awal Juni 2021 lalu, rata-rata jumlah jenazah yang datang sebanyak 72 jenazah.

"Jadi dalam 2 minggu itu, rata-rata sekitar 72 jenazah per hari, tapi 2 hari ini melonjak ini. Kemarin 117 jenazah," tutur Jumhana.

2.300 jenazah

Sejak pandemi mewabah pada Maret 2020 lalu, setidaknya sebanyak 2.300 lebih jenazah yang telah dimakamkan menggunakan protokol Covid-19 di TPU Padurenan, Mustika Jaya.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyatakan, jenazah tersebut merupakan akumulasi jenazah, baik yang positif terpapar Covid-19 atau suspek.

"Suspek, probable sama yang covid-19 itu hampir 2.300–an lebih," kata Rahmat saat dikonfirmasi Rabu, (7/7/2021).

Rahmat menerangkan, saat ini lahan pemakaman pasien Covid-19 di Kota Bekasi telah meluas. Terlihat beberapa lokasi yang sebelumnya kosong telah terisi penuh makam jenazah dengan protokol Covid-19.

Kendati demikian, kata Rahmat, pihaknya telah menyediakan lahan seluas 6 hektar untuk pemakaman jenazah pasien Covid-19 jika lahan yang ada telah terisi penuh.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved