Rabu, 22 April 2026

Olimpiade Tokyo 2020

Tunggal Putri Gregoria Mariska Tunjung Akui Sempat Kurang Percaya Diri Hadapi Olimpiade Tokyo 2020

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung sedang bersiap hadapi Olimpiade Tokyo 2020.

Penulis: Sigit Nugroho | Editor: Sigit Nugroho
Humas PBSI
Tunggal putri andalan Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung menjadi harapan dari cabor Bulu Tangkis di Olimpiade Tokyo nanti 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung sedang bersiap hadapi Olimpiade Tokyo 2020.

Namun, ternyata Gregoria sempat dilanda keraguan untuk tampil di Olimpiade Tokyo 2020 yang akan berlangsung pada 23 Juli hingga 8 Agustus mendatang.

Gregoria merasa ragu, karena belum mampu bersaing dengan pemain-pemain ternama di ajang sebesar Olimpiade.

"Pikiran saya sempat berkecamuk, tabrakan gitu. Di satu sisi, saya senang bisa tampil di Olimpiade, tetapi di sisi lain saya bertanya-tanya apakah saya sudah layak main di sana," kata Gregoria dikutip dari badmintonindonesia.org.

"Tampil di ajang sebesar Olimpiade dengan lawan-lawan yang sudah punya nama dan prestasi besar, membuat saya sempat merasa belum mampu bersaing. Apalagi dengan hasil turnamen terakhir, saya yang kurang memuaskan," tutur Gregoria.

Baca juga: Gregoria Mariska Tunjung Siap Tampil di Malaysia Open Setelah Sembuh dari Cedera yang Dialaminya

Baca juga: Cedera Kaki, Gregoria Mariska Tunjung Tunggal Putri Indonesia Batal Bertanding di All England

Baca juga: Gregoria Mariska Tunjung Kalah Juga Di Babak Kedua Thailand Open Dari Unggulan Pertama

"Tetapi, seiring waktu, saya coba melupakan pikiran itu. Sekarang, saya sudah lebih lepas dan siap menghadapinya. Sebab, saya berpikir kalau saya menyia-nyiakan kesempatan tahun ini, belum tentu saya bisa punya kesempatan lagi di tahun 2024," terang Gregoria.

Saat ini, Gregoria masih dalam tahap latihan ekstra untuk mencapai titik maksimal.

Selama dua minggu terakhir, juara Kejuaraan Dunia Junior 2017 itu mengaku menjalani program latihan yang berat.

"Saya dapat latihan ekstra dari pelatih selama persiapan selama dua minggu terakhir, seperti penambahan latihan besi, peningkatan fisik, termasuk latihan di dalam lapangannya. Intensif banget programnya," papar Gregoria.

"Selain itu, di sisi nonteknis mulai tahun ini, saya mencoba untuk konsultasi ke psikolog karena masalahnya kan mindset saya sudah lumayan lama kalau bisa dibilang seperti ini," ucap Gregoria.

"Dari tahun 2019 masih begitu-begitu saja masalahnya. Unggul jauh, terkejar lalu kalah. Jadi, saya merasa perlu ada orang yang bisa pelan-pelan mengubah mindset itu dan membuat saya kembali percaya diri," ujar Gregoria.

Gregoria yang berperingkat 23 dunia itu berharap, mampu tampil baik di Olimpiade Tokyo mendatang.

"Untuk nanti di Olimpiade, saya mencoba untuk terus menyemangati diri sendiri tanpa memikirkan hasil. Kadang yang membuat saya tidak bisa nengontrol diri sendiri itu karena terlalu menggebu-gebu. Jadi sebisa mungkin motivasi itu dijadikan sesuatu hal yang positif, bukan menjadi merugikan," tukas Gregoria.

"Harapan di Olimpiade nanti, pastinya mau hasil terbaik. Apalagi, saya sudah diberi kesempatan untuk tampil karena tidak semua atlet punya kesempatan tampil di sana. Saya beryukur mendapat kesempatan itu dan saya mau maksimalkan tanpa banyak berpikir macam-macam. Saya harus lebih tahu saja apa yang akan saya lakukan nanti," papar Gregoria.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved