Breaking News:

RSUD Bekasi

Rahmat Effendi Akui Jenazah Covid-19 Menumpuk di RSUD Bekasi karena Antre untuk Pemakaman

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi pusing tujuh keliing, karena jenazah Covid-19 menumpuk di RSUD Bekasi. Tak bisa dimakamankan.

Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Ilustrasi pemakaman jenazah Covid-19. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengakui terjadi penumpukan jenazah Covid-19 di RSUD Bekasi yang tak bisa dimakamkan karena harus antre. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengakui masih banyak jenazah Covid-19 di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (CAM) Kota Bekasi yang belum dimakamkan dikarenakan masih menunggu antrean.

"Kemarin memang ada antrean. di RSUD kita saja banyak jenazah yang belum dimakamkan," ujar Rahmat, saat ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga, Kamis (1/7/2021).

Baca juga: Covid-19 Mengganas, Pemkot Jaksel Siagakan 76 Petugas Pemulasaran Jenazah Covid-19 di Kecamatan

Pria yang biasa disapa Pepen ini, menghimbau kepada masyarakat, jika diketemukan pasien Covid-19 yang meninggal dunia tidak di rumah sakit, langsung melapor ke pihak puskesmas setempat.

"Warga bisa langsung info ke puskesmas, nanti diambil pihak puskesmas," ujarnya.

"Tim puskesmas dibawa ke rumah singgah, setelah itu kita bawa ke pemulasaraan sesuai standar WHO," imbuhnya.

"Dengan begitu, kita bisa makamkan ke TPU Padurenan. Tidak usah dibawa ke RSUD atau rumah sakit swasta lagi," katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengatakan memang pada awalnya hanya RSUD (CAM) yang dijadikan tempat proses pemulasaraan jenazah.

Baca juga: Jenazah Covid-19 Bisa Dibawa ke Rumah Singgah TPU Padurenan Selain ke Empat Lokasi Pemulasaran Baru

Tetapi, karena meningkatnya kasus Covid-19 dan jumlah angka kematian juga meningkat maka pihaknya membuka tempat pemulasaraan jenazah di empat RSUD tipe D di Kota Bekasi.

"Memang awalnya kita menunjuk RSUD CAM saja untuk pemulasaraan," ujarnya.

"Hingga sampai 2020, masih cukup terkendali, sekarang karena angka kematian naik, sehingga kami harus membuka kembali selain di RSUD CAM, sudah kami buka di Rumah Sakit tipe D Jatisampurna, Pondok Gede, Bantargebang dan Bekasi Utara," jelasnya.

Tanti berharap, dengan adanya tempat pemulasaraan jenazah di keempat RSUD tipe D tersebut, diharapkan dapat mengurai antrean pemulasaraan jenazah yang terjadi di RSUD CAM.

"Kemarin itu sempat sampai 24 jam nonstop, pasien meninggal harus menunggu antrean," katanya.

Baca juga: Ahmed Zaki Iskandar Tertegun saat Melihat Pemakaman Jenazah Covid-19 di TPU Buniayu

"Semoga dengan kami buka, dari kemarin, jadi ada empat titik. Untuk yang (meninggal) di rumah, sudah disiapkan juga di Padurenan, di rumah singgah. Mudah-mudahan, antrean yang meninggal akan terurai," tandas Tanti.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved