Breaking News:

Kriminalitas

Desak Polri Usut Tuntas Kasus Pencemaran Lingkungan, Kelompok Pemuda Perisai Gelar Aksi Unjuk Rasa

Usut Tuntas Kasus Dugaan Pelanggaran Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun di Kabupaten Tangerang, Perisai Gelar Unjuk Rasa di Mabes Polri

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Desak pengusutan kasus dugaan pelanggaran pengelolaan limbah dan lingkungan hidup di Kabupaten Tangerang, sejumlah pemuda dari Pengurus Pusat Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (Perisai) melakukan unjuk rasa di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (2/7/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Desak pengusutan kasus dugaan pelanggaran pengelolaan limbah dan lingkungan hidup di Kabupaten Tangerang, sejumlah pemuda dari Pengurus Pusat Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (Perisai) melakukan unjuk rasa di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (2/7/2021).

Aksi tersebut disampaikan Koordinator lapangan aksi Perisai, Usman menyusul penggerebekan yang dilakukan pihak Kepolisian terhadap PT ISI beberapa waktu lalu.

Namun, pasca penggerebekan, kasus dugaan pelanggaran pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang sangat membahayakan masyarakat itu justru berhenti saat ini.

“Pihak kepolisian pernah menggerebek perusahaan tersebut, tapi sampai saat ini perusahaan masih beroperasi," ungkap Usman ditemui di sela-sela aksi unju rasa pada Jumat (2/7/2021).

"Padahal, perusahaan tersebut tidak memiliki izin untuk pengelolaan limbah B3 yang sangat membahayakan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menuntaskan kasus tersebut.

Bareskrim Polri pun diminta bertindak cepat atas laporan masyarakat mengenai adanya pabrik pengepul limbah B3 yang diduga ilegal di kawasan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

Baca juga: Warga Jakarta Antusias Datangi Tempat Vaksinasi Covid-19, Potensi Kerumunan Tak Terhindarkan

Sementara itu, Direktur Investigasi Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup (AMPUH), Jarpen Gultom mengungkapkan PT ISI diduga telah melakukan kegiatan mengumpulkan dan pengolahan limbah B3 jenis A111d, B 107d dan B 328-4 tanpa mengantongi ijin lingkungan.

“Kami sudah melaporkan kasus ini ke Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri pada 17 Juni 2021 dengan nomor 0815/AMPUH-SK/VI/202,” katanya.

Lanjut Gultom, kegiatan pengumpulan, pengelolaan limbah B3 jenis elektronik tanpa izin lingkungan yang diduga dilakukan oleh PT. ISI merupakan pidana kejahatan lingkungan hidup.

Baca juga: Berikut Kronologi Polisi Menangkap Basah Seorang Pemuda Melakukan Transaksi Narkoba di Tong Sampah

Hal tersebut merujuk peraturan perundang-undangan Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Pasal 102 jo 109.

Di mana, limbah bahan berbahaya dan beracun (limbah B3) adalah zat, energi dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan, merusak lingkungan.

“Ancamannya hukuman penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun dan denda paling sedikit 1 milyar rupiah dan paling banyak 3 milyar rupiah,” ungkap Gultom.

Karenanya, kata dia, pihaknya berharap pada Mabes Polri agar segera menindak lanjuti laporan tersebut, mengingat usaha yang dilakukan oleh PT ISI.

“Selain diduga ilegal, lokasi pengelolaan limbahnya juga berada di wilayah pemukiman, bukan khusus industri. Sehingga membahayakan bagi masyarakat di lingkungan sekitar,” tegasnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved