Kamis, 9 April 2026

Virus corona

Malaysia Perpanjang Lockdown, Warga Kuala Lumpur Dilarang Keluar Rumah Setelah Pukul 8 Malam

penduduk yang tinggal di daerah ini tidak dapat meninggalkan rumah mereka setelah jam 8 malam

Malaysiamail
Ilustrasi -- Malaysia lockdown lagi dengan kasus Covid-19 meningkat. foto: Lalu lintas di jalan raya Kuala Lumpur Malaysia tampak lengang. 

Wartakotalive.com - Pemerintah Malaysia akan menerapkan Enhanced Movement Control Order (EMCO) di banyak bagian Selangor dan Kuala Lumpur untuk jangka waktu 14 hari.

Menteri Senior Ismail Sabri Yaakob, Kamis (1/7) pembatasan akan diterapkan dalam kurun waktu 3-16 Juli.

Dikatakannya, semua wilayah yang terkena EMCO menunjukkan tren penularan Covid -19 yang tinggi.

"Selangor melaporkan rata-rata penghitungan harian Covid-19 antara 1.800 hingga 1.900. Sementara di wilayah federal Kuala Lumpur, kasus harian rata-rata berada di kisaran 600 hingga 1.000 kasus," katanya.

Di wilayah Selangor, aturan ini berlaku untuk Petaling, Damansara, Ampang, Cheras, Kajang, Sepang, Setapak, Klang di antara banyak lainnya.

Sementara di Kuala Lumpur, wilayah terdampak meliputi beberapa kawasan pemukiman di Wangsa Maju, Kerinchi, Sentul, Kampung Batu Muda, Bandar Baru Setul dan Kampung Padang Balang.

Dalam sebuah pernyataan, menteri mengatakan bahwa pembatasan EMCO berarti penduduk yang tinggal di daerah ini tidak dapat meninggalkan rumah mereka setelah jam 8 malam, sementara hanya satu orang per rumah tangga yang diizinkan untuk menjalankan tugas.

Ismail Sabri menjelaskan, hanya penduduk yang bekerja di layanan penting, atau bagian dari tugas resmi pemerintah dengan dokumentasi yang sesuai yang diizinkan untuk bepergian ke tempat kerja.

Pabrik-pabrik yang memproduksi makanan dan barang-barang kebutuhan sehari-hari, termasuk beras, roti, gula, minyak, susu, dan obat-obatan diizinkan untuk beroperasi.

Sementara semua restoran, pujasera, toko, dan pedagang kaki lima hanya dapat beroperasi dari pukul 08.00-20.00.

Ismail Sabri menambahkan bahwa bandara dan pelabuhan laut beroperasi seperti biasa sementara angkutan umum akan terus beroperasi dengan kapasitas 50 persen.

Ia menambahkan bahwa situasinya mengkhawatirkan dengan mempertimbangkan kepadatan penduduk di daerah-daerah ini dan penyebaran varian Alfa, Beta, dan Delta yang cepat.

Kementerian Kesehatan juga akan melakukan tes massal yang ditargetkan untuk semua penduduk di daerah yang terkena dampak, dan program vaksinasi akan dipercepat.

Menurut Ismail Sabri, tahap 1 dari urutan kontrol gerakan akan dipertahankan hingga tiga indikator nilai ambang batas utama tercapai.

Indikatornya, jumlah kasus harian Covid-19 turun menjadi di bawah 4.000, tingkat penggunaan tempat tidur di unit perawatan intensif berada pada level sedang, dan 10 persen populasi telah menerima dua dosis vaksin Covid-19.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved