Breaking News:

Virus Corona

12 Orang Lagi Meninggal dalam Lonjakan Kasus Covid-19 di Bekasi, Pemkot Terapkan PPKM Mikro Darurat

Melonjaknya kasus positif Covid-19 mendorong Pemkot Bekasi menerapkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menjelaskan pemberlakuan PPKM mikro darurat di Bekasi untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang memprihatinkan. Penjelasan itu disampaikannya saat ditemui wartawan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Rabu (30/6/21). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Melonjaknya kasus positif Covid-19 mendorong Pemkot Bekasi menerapkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan kebijakan tersebut dilakukan seiring berjalannya kasus Covid -19 di Kota Bekasi yang semakin meningkat.

“Kita tetapkan darurat, kemarin yang meninggal 72 orang dalam sehari, belum yang diambil dari rumah sakit yang lain dan kemungkinan masih banyak,” ucap Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi saat ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga, Rabu (30/6/2021).

Baca juga: Pemain Tengah PSS Sleman Kim Jeffrey Kurniawan Sebut Kesehatan Jadi Hal Utama Saat Pandemi Covid-19

Rahmat mengatakan, dalam PPKM Mikro Darurat, akan dilakukan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

“Saya mah enggak mau kalau makro, keadaan seperti sekarang ini sudah harus mikro, harus lebih diperketat lagi,”ujarnya.

Sejauh ini, pendirian posko Satgas penanganan Covid-19 tingkat RW dilakukan dalam upaya penerapan PPKM.

Baca juga: 72 Warganya Meninggal dalam Sehari Akibat Covid-19, Wali Kota Bekasi Terapkan PPKM Mikro Darurat

Pihaknya juga selalu menyaring warga yang terpapar Covid-19. Jika warga itu hanya bergejala ringan seperti diare, demam, pusing, maka cukup melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

“Jadi kalau yang cuma diare yang cuma pusing isolasi di rumah, tapi kalau yang sudah sesak nafas bawa langsung ke IGD, karena IGD kan ada dokter, ada oksigen. Kalau ada yang komorbid ada apa-apa bawa ke rumah sakit umum,” ucapnya.

“Sekarang kan orang baru pusing udah dibawa ke rumah sakit umum makanya sekarang jadi penuh,” ungkap Rahmat.

Baca juga: Pemkot Bekasi Terapkan Penerapan PPKM Mikro Darurat, Berikut Penjelasan Wali Kota Bekasi

Berdasarkan data dari situs corona.bekasikota.go.id,  peningkatan kasus aktif Covid-19 pada Selasa 29 Juni 2021 terdapat sebanyak 1.214 kasus, sehingga kasus aktif Covid-19  di Kota Bekasi menjadi 3.405.

Lalu sebanyak 938 kasus Covid-19 yang dinyatakan telah sembuh.

Serta terdapat sebanyak penambahan 12 kasus meninggal sehingga ada total 690 terkonfirmasi meninggal dunia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved