Selasa, 9 Juni 2026

Kelangkaan Tabung Gas Oksigen

Perjuangan Wahyu Dapatkan Tabung Oksigen Untuk Keluarganya yang Terpapar Covid-19

Wahyu berharap dapat membeli dua buah tabung gas oksigen untuk keluarganya yang terpapar Covid-19.

Tayang:
Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Wahyu, salah satu pembeli tabung gas oksigen di Ksatria Medical, Jalan Mayor Oking, Bekasi Timur. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI- Pemandangan antrean warga di sejumlah toko alat kesehatan kini mulai bermunculan.

Sejak kasus Covid-19 kian meningkat, penjualan tabung gas oksigen membludak.

Wahyu (36), pria asal Pondok Timur Bekasi ini, rela berkeliling dari satu toko ke toko lain untuk mencari tabung gas oksigen baru yang masih tersedia.

Ia berharap dapat membeli dua buah tabung gas oksigen untuk keluarganya yang terpapar Covid-19.

"Karena keluarga saya keadaannya cukup darurat, makanya sebenarnya saya mau beli dua buah. Tetapi, karena lagi langka barangnya. Jadi sama penjual dibatasi cuma boleh satu saja," ujar Wahyu saat ditemui di Ksatria Medical, Bekasi Timur.

Baca juga: Sudah Antre 5 Jam, Ratusan Peserta Vaksinasi Massal Covid-19 di Tangerang Kecewa Batal Divaksin

Baca juga: Walau Masih Fokus Tangani Covid-19, DPRD Kab Bekasi Minta Pemkab Bekasi Tetap Lanjutkan Pembangunan

Tingginya pembelian tabung gas oksigen, membuat Wahyu harus bersaing ketat dengan pembeli yang lain demi mendapatkan tabung gas oksigen untuk keluarganya.

"Ini saya dapat satu saja rebutan sama pembeli yang lain. Tabung gas oksigen yang saya beli kayaknya sudah stock terakhir hari ini," ungkapnya.

Wahyu, salah satu pembeli tabung gas oksigen di Ksatria Medical, Jalan Mayor Oking, Bekasi Timur.
Wahyu, salah satu pembeli tabung gas oksigen di Ksatria Medical, Jalan Mayor Oking, Bekasi Timur. (Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti)

Dalam dua pekan ini, penyebaran kasus Covid-19 begitu cepat. Alhasil, tabung gas oksigen banyak dicari dan mengalami kenaikan harga yang signifikan. Wahyu rela mengeluarkan kocek Rp1,1 juta untuk tabung oksigen baru berukuran 1 kubik, yang sebelumnya hanya Rp750 ribu.

"Karena butuh, saya rela mengeluarkan kocek Rp1,1 juta dan itu pun belum beserta regulatornya. Saya harus putar otak kembali mencari regulator oksigen ke tempat lain yang sebenarnya memang sudah langka," ungkap Wahyu dengan nada sedikit terburu-buru.

Baca juga: Kehabisan Bed, IGD RSUD Kabupaten Bekasi Cuma Layani Pasien Covid-19, Penyakit Lain di Poliklinik

Baca juga: Cegah Klaster Keluarga, Bupati Bekasi Wajibkan Perusahaan Siapkan Fasilitas Isolasi Khusus Pekerja

Meski Wahyu sudah mengetahui bahwa tabung tersebut akan kosong kembali setelah 4 jam pemakaian secara terus-menerus, tetapi demi keselamatan keluarganya, Wahyu tak mempermasalahkan kenaikkan harga tersebut. Menurutnya keselamatan keluarganya lebih penting.

Pantauan wartawan wartakotalive.com, hampir semua toko yang ada di kawasan Bekasi Timur ini terlihat ramai antrean pembeli.

Tidak hanya masker, vitamin, dan hands sanitizer saja yang dicari. Kini tabung gas oksigen laku keras dipasaran.

Stok tabung oksigen di Jakarta aman

Sementara itu, sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memastikan jika ketersediaan tabung oksigen di DKI Jakarta masih tercukupi, meskipun saat ini lonjakan kasus Covid-19 terus mengalami kenaikan.

Terkendalanya distribusi dikatakan Anies membuat beberapa stok tabung oksigen di fasilitas kesehatan tidak terpenuhi, sehingga untuk membantu pendistribusian ke beberapa rumah sakit yang kekurangan tabung oksigen

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved