Breaking News:

Info Balitbang Kemenag

Balitbang Kemenag Teliti Peran Tokoh Agama dan Ormas Keagamaan dalam Penanganan Covid-19

Pemimpin dan ormas keagamaan memiliki peran penting dalam memberikan kesadaran tentang kesehatan, termasuk Covid-19.

Editor: Suprapto
Istimewa/Kemenag.go.id
Pemimpin dan ormas keagamaan memiliki peran penting dalam memberikan kesadaran tentang kesehatan, termasuk Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Sentimen keagamaan masyarakat Indonesia masih kuat.
Data Pew Research Center (2018) menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia menganggap agama memiliki peran yang besar dalam kehidupan mereka.

Pemimpin dan ormas keagamaan pun memiliki peran penting dalam memberikan kesadaran tentang pentingnya kesehatan.

Dalam penanganan Covid-19, misalnya, peran tokoh agama dan ormas keagamaan ikut serta menganjurkan agar masyarakat mengindahkan imbauan pemerintah untuk melaksanakan kegiatan agama di rumah saja.

Baca juga: Balitbang Kemenag Teliti Penguatan Moderasi Beragama Melalui Tradisi Ritual Keagamaan di 6 Lokasi

Baca juga: Kemenag akan Terbitkan Surat Edaran Khusus Perayaan Idul Adha

Namun demikian, menurut studi yang dilakukan Tim Peneliti Majelis Reboan (MR), ternyata masih ada masyarakat (20,89% responden) yang kurang mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan imbauan pemerintah tersebut.

Sebagai rekomendasi, studi ini menyarankan agar tokoh agama lebih efektif dalam berkomunikasi dengan publik, umat beragama.

Demikian kesimpulan survei yang dilakukan dua peneliti Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan, Balitbangdiklat Kementerian Agama, Akmal Ruhana dan Haris Burhani.

Survei-daring dilaksanakan 24-28 April 2020 dengan incidental sampling, diikuti 18.743 responden dari 34 provinsi di Indonesia.

Kebanyakan responden dari Gen X (43,34%) dan Gen Milenial (36,81%), yang umumnya (51,92%) berpendidikan sarjana dan mendapat info Covid-19 serta kebijakan/imbauan dari media sosial (56,87%).

Mayoritas responden mengetahui Covid-19 dan memandangnya berbahaya (87%). Mereka juga umumnya (59,36%) merasa perlu mengikuti protokol kesehatan dan imbauan Pemerintah (termasuk fatwa/imbauan keagamaan), dan siap mematuhinya.

Diperlukan pendekatan dan edukasi kepada segenap kalangan umat, agar upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19 dapat berhasil maksimal.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved