Berita Video
VIDEO : Jenazah Terus Berdatangan di TPU Rorotan
Jenazah yang akan dimakamkan dengan protokol Covid-19 terus berdatangan di TPU Rorotan, Jakarta Utara.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Jenazah yang dimakamka dengan protokol Covid-19 terus berdatangan di kompleks TPU Rorotan, Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis(24/6/2021).
TPU Rorotan dengan luas 3 hektare ini dapat menampung sekitar 7.200 petak makam baru khusus jenazah Covid-19.
Saat ini, dari lahan yang sudah siap, sudah terisi 900 makam.
Simak Video Berikut
Jumlah jenazah pasien Covid-19 yang sekarang ini dimakamkan di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara telah mencapai hampir 1.000 makam.
Sementara pematangan lahan TPU Rorotan sudah mencapai tiga hektar yang diprediksi bisa menampung sekitar 7.200 petak makam.
Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Utara, Elly Sugestianingsih mengatakan dari daya tampung 7.200 makam, lebih dari 900 makam sudah terisi jenazah pasien Covid-19.
“Dari tiga hektar lahan yang sudah dimatangkan akan menampung sekitar 7.200 petak makam, dan hingga saat ini sudah terpakai sekitar 900-an makam,” ucap Elly, Kamis (24/6/2021).
Baca juga: Ledakan Virus Corona di Jakarta, Tembus 7.505 Kasus Covid-19 dalam Sehari, Ini Penjelasan Dinkes DKI
Elly menambahkan untuk memberikan pelayanan pemakaman maksimal di TPU Rorotan, sebanyak 30 petugas telah disiagakan di lokasi. Jumlah itu ditambah dengan mengikuti perkembangan.
"Awalnya kita siagakan 18 petugas tapi karena ada peningkatan jumlah jenazah Covid-19, tim yang bertugas di TPU Rorotan ditambah menjadi 30 orang," ungkap Elly.
Menurut Elly, total luas area TPU Rorotan adalah 25 hektar. Rencananya juga para petugas akan merapikan badan makam agar tiga hektar lahan yang sudah proses pematangan lahan tertata.
“Secara bertahap akan kita lakukan biar lebih rapi. Untuk proses pembangunan sejumlah fasilitas di TPU Rorotan masih terus berjalan,” sambungnya.
Elly menambahkan hal ini merupakan pekerjaan kolaborasi dengan melibatkan semua unsur dalam upaya menyediakan kebutuhan lahan pemakaman Covid-19 di wilayah DKI Jakarta.
"Kita semua berharap tidak akan ada lagi penambahan jumlah jenazah Covid-19 yang dimakamkan di sini," ungkapnya.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warganya untuk mematuhi protokol kesehatan 5M.
Baca juga: Indonesia Masih Hadapi Covid-19, Fadli Zon: Tidak Etis Bicara Capres di Masa Pandemi
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini menilai, kematian merupakan peristiwa yang berat bagi keluarga yang ditinggalkan, terlebih saat pandemi Covid-19 sekarang ini.
“Lihat warga Jakarta, lihat kondisi ini yang berat bagi keluarga. Mereka yang harus mengantarkan sanak saudara ke pemakaman ini ada batasannya dan mereka tak bisa masuk lagi,” kata Anies saat meninjau TPU Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
“Jadi, ini adalah satu masa di mana kita ambil tanggung jawab disiplin. Karena itu, mari kita melindungi diri, keluarga, tetangga, dan melindungi kolega. DKI menyiapkan tempat, tapi kami tidak ingin lebih banyak lagi yang diantar ke sini,” tambah Anies.
Dalam tinjauan tersebut, Anies ingin memastikan bahwa lahan pemakaman yang disiapkan sebesar tiga hektar bisa dikondisikan dengan menerapkan protokol kesehatan.
Harapannya, lahan yang baru terpakai sebanyak 900 makam, itu dapat melewati prosedur protokol kesehatan.
“(Jenazah terpapar Covid-19) dimakamkan di sini, sehingga bisa terkonsentrasi. Lalu, lakukan koordinasi (bagi petugas makam), menggunakan alat komunikasi jarak jauh, sehingga terhindar dari potensi penularan,” ujarnya.
Baca juga: Jumlah Permintaan Pengisian Ulang Tabung Oksigen Meningkat Seiring Melonjaknya Kasus Covid-19
Berulang kali Anies mengingatkan tentang bahaya Covid-19 dengan varian baru yang menyasar anak-anak.
Kata dia, sekitar 16 persen anak-anak usia 0-18 tahun ikut terpapar, bahkan 4-5 persen di antaranya berusia di bawah lima tahun.
“Ini perhatian khusus buat anak-anak, kita tidak ingin tempat ini terpakai banyak. Kita ingin tempat ini dipakai sesedikit mungkin. Jadi, harapannya kepada semua, di dalam PPKM mikro ini, kurangi aktivitas di luar, perbanyak aktivitas di rumah saja,” imbuhnya.
Secara terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, laju kasus Covid-19 pada hari Rabu (23/6/2021) bertambah 4.693 orang.
Hal itu terungkap setelah petugas melakukan tes PCR sebanyak 27.836 spesimen.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 19.485 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 4.693 positif dan 14.792 negatif.
Sementara untuk kasus aktif sampai Rabu (23/6/2021) mencapai 35.705 orang.
Baca juga: Eka Supria Atmaja Tunda Pembelajaran Tatap Muka di Kabupaten Bekasi karena Kasus Covid-19 Melonjak
“Seluruhnya orang yang terinfeksi ada yang menjalani isolasi mandiri, isolasi di fasilitas terkendali pemerintah dan RS rujukan Covid-19,” kata Dwi.
Sedangkan untuk kasus konfirmasi secara total mencapai 486.957 orang.
Rinciannya, 35.705 kasus aktif, yang sembuh 443.195 orang dan yang meninggal dunia mencapai 8.057 orang.
“Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 27,7 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,4 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari lima persen,” imbuhnya.
Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung.
Adapun jumlah sasaran vaksinasi total Provinsi DKI Jakarta sebanyak 8.815.157 orang.
Untuk Vaksinasi Program, total dosis 1 saat ini sebanyak 3.593.159 orang (40,8 persen), dengan jumlah yang divaksin dosis 1 hari ini sebanyak 80.147 orang.
Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Meningkat di Sejumlah Daerah, Ganjar Ramadhan Angkat Bicara Soal PTM Cianjur
Sedangkan total dosis 2 kini mencapai 1.894.808 orang (21,5 persen), dengan jumlah yang divaksin dosis 2 hari ini sebanyak 3.150 orang.
Lebih lanjut, capaian vaksinasi untuk warga usia 18-59 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan kepada 2.997.505 orang (37,9 persen) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 1.359.535 orang (17,2 persen).
Kemudian pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 595.654 orang (65,3 persen) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 535.273 orang (58,7 persen).
Sementara vaksinasi gotong royong, untuk dosis 1 telah diberikan kepada 53.399 orang dan dosis 2 sebanyak 11.737 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pemakaman-tpu-rorotan-covid.jpg)