Tiadakan Sementara Salat Jumat di Wilayah Zona Merah
Meski pelaksanaan salat Jumat ditiadakan, Ariza memastikan pengurus masjid tetap diperbolehkan mengumandangkan azan
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan banyaknya zona merah di Jakarta karena kasus Covid-19 menyebar dengan cepat pasca libur Hari Raya Idulfitri 1442 H pada Mei 2021.
“Jakarta ini sudah hampir semua zona merah. Kalau jumlah positif aktifnya ada di 2.166 RW (dari 2.738 RW di Jakarta),” ujar Ariza di Balai Kota DKI pada Kamis (24/6/2021) malam.
Hal itu dikatakan Ariza saat ditanya soal pelaksanaan ibadah salat Jumat setiap hari Jumat siang. Kata dia, pelaksanaan salat Jumat di wilayah yang berada di zona merah, untuk sementara waktu ditiadakan dulu.
Meski pelaksanaan salat Jumat ditiadakan, Ariza memastikan pengurus masjid tetap diperbolehkan mengumandangkan azan sebagai panggilan ibadah bagi umat muslim untuk melaksanakan ibadah salat fardu.
Baca juga: Antisipasi Keterbatasan Mobil Ambulans, DKI Simulasi Penggunaan Truk untuk Angkut Jenazah Covid-19
Baca juga: Lindungi Kesehatan Pekerja dan Keluarganya, Sika Indonesia Gelar Vaksinasi Gotong Royong Dua Tahap
Di sisi lain, Pemprov DKI mengizinkan pelaksanaan salat Jumat bagi wilayah yang berada di zona oranye dan hijau.
“Untuk zona merah ditiadakan, tapi yang bukan zona merah diperbolehkan. Kemudian memang terjadi peningkatan (zona merah) dari yang sebelumnya, jadi dari 267 kelurahan itu, 265 kelurahan ada kasus positif, sedangkan dua kelurahan lagi tidak ada,” imbuhnya.
Seperti diketahui, ledakan Covid-19 di DKI Jakarta kian membesar. Dari yang awalnya di kisaran 4.000-5.000 per hari pada pekan lalu, kini kasusnya bertambah hingga 7.505 orang pada Kamis (24/6/2021).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, hal itu terungkap setelah petugas melakukan pengetesan PCR terhadap 25.575 spesimen pada Kamis (24/6/2021).
“Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.460 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 7.505 positif dan 12.955 negatif,” kata Dwi berdasarkan keterangannya pada Kamis (24/6/2021).
Baca juga: Puluhan ASN dan Tenaga Kesehatan Terpapar Covid-19, Bupati Bogor Langsung Ambil Tindakan Ini
Baca juga: Kejagung Diduga Lakukan Disparitas Penegakan Hukum karena Tak Kasasi Vonis Jaksa Pinangki
Berulang kali Dwi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi protokol kesehatan 5M, karena penularan Covid-19 semakin cepat. “Patuhi aturan yang berlaku sebagai upaya kita bersama dalam menekan penyebaran virus ini,” ujarnya.
Sementara untuk kasus aktif Covid-19 di Jakarta sampai Kamis (24/6/2021) mencapai 40.900 orang. Mereka semua ada yang menjalani isolasi mandiri di rumah atau isolasi di fasilitas terkendali pemerintah dan di RS rujukan Covid-19.
Sedangkan untuk kasus konfirmasi secara total mencapai 494.462 orang. Rinciannya, 40.900 kasus aktif, yang sembuh 445.450 orang dan yang meninggal dunia mencapai 8.112 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/masjid-raya-kh-hasyim-asyari456.jpg)