Breaking News:

Virus Corona

Permintaan Peti Mati Jenazah Covid-19 Meningkat Menjadi 20 Peti Mati per Hari

Seorang perajin peti mati, Herman mengatakan, dalam beberapa hari terakhir permintaan peti dari berbagai RS rujukan Covid-19 meningkat.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Intan Ungaling Dian
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Pembuatan peti mati di Duren Sawit, Jakarta Timur, meningkat seiring kasus Covid-19 yang terus melonjak. Saat ini, pembuat peti mati mendapat pesanan 15-20 peti mati per hari, sebelumnya 10 peti mati per hari untuk jasad Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, DUREN SAWIT - Kasus Covid-19 di DKI Jakarta terus meningkat beberapa hari terakhir membuat permintaan peti mati untuk pemakaman pasien ikut merangkak naik. 

Seorang perajin peti mati, Herman mengatakan, dalam beberapa hari terakhir permintaan peti dari berbagai RS rujukan Covid-19 meningkat.

"Dalam satu hari bisa 15-20 pesanan, biasanya kurang dari 10 per hari. Malah waktu itu pernah sampai 40 per hari," katanya, Rabu (23/6/2021).

Pesanan peti mati banyak untuk pasien Covid-19 yang datang kepadanya membuat Herman dan para pegawainya harus menambah jam kerja untuk memenuhi permintaan.

Baca juga: Ngotot Minta Peti Mati Khusus Pasien Covid-19 Dibuka, Ternyata Jenazahnya Tertukar: Bukan Mama Saya!

Baca juga: Jenazah Pria Tanpa Peti Mati Dipaksa Duduk Dibawa dengan Mobil Bak Terbuka Sebelum Dimakamkan

“Walaupun sudah dari tahun lalu bikin peti mati untuk pasien Covid-19 tapi sekarang kewalahan juga karena banyak pesanan dari RS,” ujarnya. 

Menurut Herman, peti mati untuk jenazah pasien Covid-19 berbeda dengan peti mati umum.

Pasalnya, untuk jenazah Covid-19, peti mati dilapisi plastik, aluminum foil, dan lem perekat untuk mencegah udara masuk.

Spesifikasi khusus itu merupakan bagian dari protokol pemulasaran jenazah pasien Covid-19 agar petugas pemakaman tidak tertular dari jenazah saat proses pembusukan jasad. 

"Untuk pengerjaan setiap peti mati butuh waktu," ujar pria yang membuka bisnis peti mati di  Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. 

Baca juga: Bentuk Peringatan Bahaya Virus Corona, Kini Dibangun Monumen Peti Mati Berkonsep Taman di Pademangan

Baca juga: Meskipun Saat Tengah Malam, Mereka Tetap Mengantar Peti Mati untuk Korban Covid-19

Namun, Herman enggan menyebutkan harga peti mati yang dibuatnya karena harga berbeda-beda antara peti mati umum dengan peti pasien Covid-19.

"Biasanya dari RS itu datang ambil peti pesanan malam hari, datang pakai ambulans. Sekali ambil itu bisa beberapa peti," ucapnya.

Peti mati pasien Covid-19 yang sudah jadi diambil pihak rumah sakit rujukan yang menangani tahap awal pemulasaran jenazah.

Peti mati itu lalu akan diserahkan ke petugas makam untuk dikuburkan bersama jasad pasien Covid-19 di pemakaman khusus Covid-19.

 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved