Kendalikan Amukan Covid-19, Ketua DPRD DKI: Jakarta Butuh Ketegasan dan Konsistensi

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi bilang tidak konsistennya penegakan aturan di lapangan dan abainya masyarakat jadi pemicu lonjakan Covid.

Editor: Lucky Oktaviano
Istimewa
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan tidak konsistennya penegakan aturan di lapangan dan abainya kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan menjadi pemicu lonjakan pasien Covid-19 yang terjadi beberapa hari belakangan ini. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Penambahan kasus harian Covid-19 di Jakarta kembali mencetak angka tertinggi selama pandemi Covid-19 melanda.

Kasus baru Covid-19 pada 20 Juni 2021 tercatat sebanyak 5.582 kasus.

Berdasarkan data di situs corona.jakarta.go.id, angka kasus positif harian ini merupakan hasil pemeriksaan PCR terhadap 16.636 orang, dengan hasil 5.582 positif dan 11.054 dinyatakan negatif Covid-19.

Dengan penambahan 5.582 kasus, angka kumulatif Covid-19 di Jakarta menjadi 474.029 kasus.

Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyebutkan, tidak konsistennya penegakan aturan di lapangan dan abainya kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan menjadi pemicu lonjakan yang terjadi.

"Karena kita bisa lihat, apa karantina mikro di RT/RW zona merah dilaksanakan dengan konsisten.

Apa sosialisasi untuk memakai masker dan menjaga jarak di tengah aktifitas warga diawasi dengan baik," ujarnya kepada Wartakota, Senin (21/6).

Karena itu, ia mengaku tak lelah mengingatkan jajaran unit kerja perangkat daerah dari tatanan Walikota hingga Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di tingkat kelurahan untuk fokus pada pencegahan dan penanganan.

Sejauh ini pun DPRD DKI Jakarta selalu mendukung dari sisi persetujuan anggaran untuk penanganan Covid-19.

"Di setiap pengesahan APBD misal, di tahun 2020 kemarin kita sudah menyetujui belanja tidak terduga (BTT) yang seluruhnya untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 5 triliun lebih," katanya.

"Untuk tahun ini juga telah kami setujui dengan angka yang hampir sama. Karena itu kami berharap penanganan pandemi ini juga dilaksanakan dengan baik. Bagi RT/RW dengan status zona merah diperketat pengawasannya, cukupi kebutuhan pangannya," ungkap Pras, sapaan karibnya.

Menurutnya kerja ekstra dari berbagai unsur baik Pemprov DKI, Polda Metro, Jaya, Pandam Jaya hingga tatanan RT/RW perlu dilakukan dengan baik.

Terjun langsung ke masyarakat dengan melihat situasi yang terjadi dinilai menjadi kunci pengendalian pandemi Covid-19 yang terjadi.

"Karena pesan Presiden jelas saat kami Forkopimda dipanggil, yaitu agar rajin turun ke lapangan untuk melihat situasi yang terjadi, merasakan langsung kondisi yang dialami masyarakat untuk kemudian menentukan kebijakan yang tepat," terang politikus PDI Perjuangan itu.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved