Breaking News:

PPDB Jabar 2021

Tak Lolos Jalur Prestasi Akademik, Dua Siswa di Bekasi Ini Pertanyakan Kejelasan Hasil Seleksi PPDB

"Boleh (ngadu), itu kita buka pengaduan ke sekolah tujuan masing-masing, mudah-mudahan ada solusi.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan seorang siswa bisa membuat pengaduan di SMA tujuannya agar mendapatkan penjelasan mengenai berkurangnya skor maupun masalah lainnya dalam proses penerimaan PPDB. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN --- PPDB SMA 2021 tahap 1 jalur prestasi akademik di Kota Bekasi telah diumumkan pada Senin (21/6/2021), pukul 14.00 WIB, siang tadi. 

Beberapa siswa yang dinyatakan tak lolos seleksi mempertanyakan sistem penyaringan yang dinilainya membingungkan.

Seperti yang dialami Herlini, siswi yang hendak mendaftarkan diri di SMA Negeri kawasan Bekasi Selatan ini, mengaku skor hasil rapor yang diinputnya saat mendaftar, malah berkurang saat seleksi diumumkan.

"Nah itu skor aku 668 tuh pas daftar, tapi nggak tahu tiba-tiba diturunin jadi 619 pas hasil seleksi keluar," kata Herlini saat dikonfirmasi.

Berdasarkan hasil seleksi, skor terendah di SMA Negeri tujuannya sebesar 648 poin.

Ia pun menyayangkan penurunan skor yang membuatnya tak lolos seleksi.

"Padahal skor terendah 648. Seandainya skor aku enggak diturunin, pasti masuk," tuturnya.

Berbeda dengan Herlini, siswa lain bernama Daniel mengaku malah tak lolos meski skor pendaftarannya mencukupi nilai minimal saat hasil seleksi diumumkan.

"Poin paling bawah itu 626, sedangkan saya itu skornya 646. Tapi enggak masuk, enggak tahu kenapa," ungkap Daniel.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan terdapat beberapa kemungkinan yang menyebabkan skor seorang siswa berkurang saat hasil seleksi.

"Ada berbeda pemahaman di operator SMP, dan ada juga dalam konteks tertentu modus nilai operator di suatu SMP dinaikkan. Sehingga muncul lah nilai seperti itu, itulah nilai pendaftaran, kemudian kita lakukan verifikasi, agar dengan rumus kalibrasi itu. Kalau begitu, setelah kejadian begitu coba dicek lagi, apakah yang ditunjukkan itu nilai rapor versi pendaftaran, atau versi verifikasi," kata Dedi.

Ia mengatakan bahwa seorang siswa bisa membuat pengaduan di SMA tujuannya agar mendapatkan penjelasan mengenai berkurangnya skor maupun masalah lainnya.

"Boleh (ngadu), itu kita buka pengaduan ke sekolah tujuan masing-masing, mudah-mudahan ada solusi. Terus kenapa nilai kemarin tetap dicantumkan, ya itu lah bentuk transparansi kita. Sekarang di web yang namanya muncul yang diterima saja, itu sudah terverifikasi," jelasnya. 

Baca juga: Tidak Dapat Ambulans, Pasien Lansia di Cibitung Bekasi Terpaksa Dibawa ke Rumah Sakit Pakai Angkot

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved