Breaking News:

Cuaca

Hujan Meluas, BMKG: Berpotensi Datangkan Bencana Hidrometeorologi

Peningkatan curah hujan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor, genangan, guntur, dan angin kencang.

Editor: Hertanto Soebijoto
Biro Pers/Setpres - Muchlis Jr
BMKG Kendari┬ámengeluarkan peringatan dini curah hujan yang terjadi di Provinsi Sulawesi Tenggara yang hampir seluruh wilayahnya akan hujan dan berpotensi timbulkan bencana hidrometeorologi, Minggu (20/6/2021). Foto dok: Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas mengenai Antisipasi Bencana Hidrometeorologi melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/10/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, KENDARI -- Curah hujan yang terjadi di Provinsi Sulawesi Tenggara yang hampir seluruh wilayahnya akan hujan dan berpotensi timbulkan bencana hidrometeorologi.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kendari mengeluarkan peringatan dini curah hujan yang terjadi di Provinsi Sulawesi Tenggara yang hampir seluruh wilayahnya akan hujan dan berpotensi timbulkan bencana hidrometeorologi.

Koordinator Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, melalui pesan yang diterima, Ahad (20/6/2021), mengatakan, peningkatan curah hujan ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor, genangan, guntur, angin kencang,
jarak pandang terbatas, dan lain-lain.

Ia mengatakan, hari ini hujan meluas di daerah-daerah di Sultra.

Besok (Senin) sudah mulai berkurang, akan tetapi di sebagian pesisir timur Sultra masih ada potensi hujan sedang sampai lebat seperti Konawe Kepulauan, Buton Utara dan Wakatobi.

Baca juga: Malam Ini BPBD DKI Keluarkan Sistem Peringatan Dini Bencana bagi Warga Bantaran Sungai

Baca juga: BREAKING NEWS: Tinggi Muka Air Pintu Air Pasar Ikan dan Marina Jakarta Malam Ini Siaga 2

“Seiring dengan belum masuk musim kemarau di Sultra maka potensi bencana hidrometeorologi perlu kita waspadai, terutama yang diprediksi terjadi hujan sedang sampai lebat,” ujar Faizal.

Dikatakannya, anomali suhu muka laut di perairan sekitar wilayah Sultra yang dapat meningkatkan potensi penguapan (penambahan massa uap air).

Dan massa udara basah lapisan rendah dan indeks labilitas kuat skala lokal terkonsentrasi di wilayah Sultra menjadi faktor yang meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.

Hari ini, wilayah yang berpotensi hujan ringan yang dapat disertai guntur dan angin kencang yaitu di Kabupaten Konawe (siang – sore hari), Konawe Selatan (siang-sore hari), Konkep (siang – sore hari), Konawe Utara (Konut) (siang- malam hari).

Baca juga: Kapolsek Kelapa Dua Wanti-wanti Perumdam TKR Soal Pemasangan Pipa di Jalan Raya Legok, Ini Alasannya

Kemudian Muna (siang – sore hari), Muna Barat (Mubar) (siang- sore hari), Buton (siang-sore hari), Butur (siang-sore hari), Kendari (siang-sore hari), dan Wakatobi (dini hari).

Sedangkan pada Senin (21/6), potensi hujan terjadi di wilayah pesisir Wakatobi di pagi hari, Konkep siang sampai sore, dan Butur siang sampai sore.

Pada Selasa (22/6/2021) potensi hujan sudah mulai berkurang bahkan tidak terdeteksi di daerah Sultra.

Baca juga: Soal Isu Presiden 3 Periode, PDIP: Tidak Elok Konstitusi Dipermainkan untuk Kepentingan Perorangan

Ia mengimbau masyarakat Sultra agar waspada dan berhati-hati serta memperbarui informasi cuaca dari BMKG agar mitigasi bencana hidrometeorologi dapat dilakukan dengan baik.* (Antaranews)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved