Breaking News:

Pendidikan

Dosen dan Mahasiswa MTS Mercu Buana Tawarkan Drainase Berwawasan Lingkungan dalam Abdimas

Pemilihan lokasi di Kembangan Utara tersebut karena wilayah permukiman itu memiliki permasalahan drainase yang kurang baik

Penulis: | Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
mahasiswa dan dosen dari Fakultas Pasca Sarjana Jurusan Magister Teknik Sipil (MTS) Universitas Mercu Buana menggelar diskusi dan pelatihan soal Drainase Berwawasan Lingkungan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Sejumlah mahasiswa dan dosen dari Fakultas Pasca Sarjana Jurusan Magister Teknik Sipil (MTS) Universitas Mercu Buana menawarkan sebuah terobosan dalam mengatasi persoalan lingkungan di kawasan permukiman.

Adapun konsep yang ditawarkan dalam program pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) tersebut mereka sebut sebagai Drainase Berwawasan Lingkungan.

Perwakilan tim Abdimas yang diketuai Albert Eddy Husin dari Fakultas Pasca Sarjana Jurusan Magister Teknik Sipil (MTS) UMB, mengungkapkan bahwa sistem drainase yang baik akan menciptakan permukiman yang berwawasan lingkungan.

Baca juga: Dosen UI Pesan ke ATTA dan AUREL Agar Jangan Banyak Drama Usai Menikah, Efek Jokowi Jadi Saksi

Baca juga: Telkomsel Buka Kesempatan Mahasiswa Magang untuk Mendukung Program Kampus Merdeka dari Kemendikbud

Mereka memilih sample di kawasan permukiman di RW 02 RT 03 kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat.

"Pemilihan lokasi tersebut karena wilayah permukiman itu memiliki permasalahan drainase yang kurang baik," ujar Albert memalui pesan tertulisnya, Sabtu (19/6/2021).

Sementara itu, Endit Wardito salah satu anggota Tim Abdimas menambahkan, pada Pengabdian kepada masyarakat sebelumnya, sudah dilakukan mapping saluran dan kondisinya serta titik-titik banjir sebagai data untuk dilakukan analisis dan perbaikan.

"Sistem drainase berwawasan lingkungan  adalah  sistem   yang menampung dan mengalirkan air dari daerah tangkapan hujan yang tidak menimbulkan dampak merugikan bagi lingkungan. bentuknya bisa berupa saluran, resapan atau keduanya," kata Endit Wardito

Endit mengatakan, saat ini sistem drainase yang ada berupa saluran pipa 4”, tidak sesuai dengan debit air yang dialirkan, selain itu banyak pipa yang sudah terbuka dalam kondisi rusak.

Menurutnya, untuk mengatasi hal ini dibutuhkan kesadaran Bersama untuk terkait drainase yang baik dan sehat.

Baca juga: Penelitian Balitbang Kemenag Ungkap Media Sosial Bisa Jadi Sarana Peningkatan Toleransi Beragama  

Baca juga: Wisuda Purna Bhakti Personel TNI AL di Lantamal III Jakarta

"Oleh karena itu Tim Abdimas melaksanakan penyuluhan dan diskusi terkait Drainase Berwawasan Lingkungan yang focus bahasannya terkait saluran dan resapan. Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan secara daring diikuti oleh Pak Sekel, Pak RW, Pak RT, Perwakilan Warga,  Tim Abdimas dan Mahasiswa Mercu Buana," ungkapnya.

Diskusi lanjutan dilakukan untuk membuat Proposal Penataan Drainase yang berisikan laporan kondisi eksisting dan pengajuan biaya perbaikan saluran disertai dengan gambar dan tahapan pelaksanaan.

"Proposal ini rencananya akan diajukan ke Dinas terkait dan jika dibutuhkan agar bisa diajukan untuk mendapatkan CSR dari perusahaan," ungkapnya

Baca juga: Mendikbudristek Nadiem Minta Mahasiswa Bantu Pelaksanaan PTM Terbatas

Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan data-data hasil survei lapangan dan hasil diskusi bersama berupa Proposal Penataan Drainase di area RT 03 RW 02  Kembangan utara

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved