Kasus Covid19

Sudin Nakertrans-E Jakarta Pusat Catat Enam Perusahaan yang Melaporkan Karyawan Positif Covid-19

Suku Dinas Tenaga Kerja Tranmigrasi dan Energi (Nakertrans-E) Jakarta Pusat mencatat ada enam perusahaan yang melaporkan karyawannya terpapar Covid-19

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Valentino Verry
shutterstock.com
Ilustrasi Work from Home (WFH). Sudin Nakertrans-E Jakarta Pusat mencatat ada enam perusahaan yang karyawannya positif Covid-19 karena tak menerapkan WFH. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Suku Dinas Tenaga Kerja Tranmigrasi dan Energi (Nakertrans-E) Jakarta Pusat mencatat ada enam perusahaan yang melaporkan karyawannya terpapar Covid-19.

Jumlah ini terdata dua pekan terakhir setelah libur lebaran.

Kepala Seksi Pengawasan Sudin Nakertrans dan Energi Jakarta Pusat, Kartika Lubis mengatakan biasanya Perusahaan akan melaporkan jika ada karyawannya positif Covid-19 ke Sudin Nakertrans-E.

Baca juga: Meski Masih Pandemi Covid-19, Pemberantasan Sarang Nyamuk di Kelurahan Bendungan Hilir Tetap Jalan

"Biasanya memang kami mendapatkan laporan dari perusahaan jika ada karyawannya terpapar Covid-19. Jadi mereka ngirim surat ke kami ada beberapa karyawannya terpapar Covid-19," kata Kartika, Jumat (18/6/2021).

Sejauh ini pihaknya mendapatkan  laporan ada enam perusahaan yang yang karyawannya terpapar Covid-19.

Jumlah ini memang cenderung ada kenaikan jika dibandingkan sebelumnya.

Menurut Kartika, para karyawan yang terpapar Covid-19, mayoritas terpapar dari kluster keluarga.

Untuk kluster perkantoran pihaknya sejauh ini belum menemukan.

Dirinya mengklaim jika ini merupakan dampak dari liburan lebaran.

“Jadi kebanyakan mereka ini melaporkan karyawannya yang positif itu karena dampak kluster keluarga, seperti halal bihalal," katanya.

Menurut Kartika, sejauh ini jumlah karyawan yang tercatat terpapar Covid-19 di setiap perusahaan tidak begitu banyak.

Baca juga: 144 Pasien Covid-19 di Jakarta per 17 Juni 2021 Balita, Warga Diminta Jangan Keluar Rumah Bawa Anak

Rata-rata di setiap perusahaan ada dua sampai tiga karyawan.

"Jadi misalnya ada laporan, baik itu surat CRM. Langkah kita langsung ke lapangan,” ujarnya.

“Di sana kita memastikan sumbernya dari mana, kontrak, tracing kantor itu. Kalo terpapar masuk kantor kita minta tutup 3x24 jam," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved