Kajian Islam
Mengapa 4 Bulan Ini dalam Tahun Islam Disebut Bulan Haram? Dan Bila Berbuat Dosa Bisa Berlipat
Ada 4 bulan haram dalam tahun Islam yaitu Bulan Muharram, Bulan Rajab, Bulan Dzulqadah dan Bulan Dzulhijjah. Mengapa disebut bulan haram?
Penulis: Dian Anditya Mutiara | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dalam Islam ada 4 bulan yang disebut dengan bulan haram, mengapa demikian?
Ada 4 bulan haram dalam tahun Islam yaitu Bulan Muharram, Bulan Rajab, Bulan Dzulqadah dan Bulan Dzulhijjah.
Dalam penanggalan Hijriah (qamariyah) terdapat 12 bulan.
Akan tetapi dalam 12 bulan tersebut terdapat 4 bulan haram yang Allah sebutkan dalam firman-Nya, seakan menandakan bahwa itu adalah bulan-bulan khusus. Apa saja bulan-bulan haram tersebut?
Urutan nama bulan-bulan haram dalam firman Allah Ta’ala.
Baca juga: Apakah Ada Ibadah Khusus di Bulan Muharram? Berikut Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Khalid Basalamah
Surat at-Taubah ayat 36, yang dijelaskan oleh Nabi dalam Khuthbatul Wada’, yaitu Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.
Firman Allah Ta’ala yang memuat bulan-bulan haram tersebut adalah :
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتٰبِ اللهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقٰتِلُوا۟ الْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَاعْلَمُوٓا۟ أَنَّ اللهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ (التوبة : 36)
“Sesungguhnya bilangan bulan (qamariyah) disisi Allah ada dua belas bulan, (termaktub) dalam kitab Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram…
Al-Qasimi membawakan penjelasan Ibnu Katsir sebagai berikut :
Adapun kutipan Khuthbah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam Haji Wada’ ialah :
وَإِنَّ الزَّمَانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَإِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ وَرَجَبٌ مُضَرَّ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
“Dan sesungguhnya waktu itu beredar menurut aturannya yaitu saat Allah menciptakan langit dan bumi, dan sesungguhnya bilangan bulan (qamariyah) disisi Allah itu ada dua belas bulan di antaranya ada empat bulan haram, tiga bulan berurutan dan bulan Rajab tergabung (dengan bulan Sya’ban yang kadang-kadang disebut Rajabani) diantara bulan Jumada (akhirah) dan Sya’ban.”
Baca juga: Ramadan Trending, Kedatangan Bulan Rajab Jadi Pertanda 60 hari Lagi Ramadan, Doa Agar Dipertemukan
Berdasarkan Hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, ini dijelaskan bahwa empat bulan haram itu adalah : Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.
Bulan Zulkaidah/Dzulqadah saat ini termasuk bulan haram yakni bulan suci.
Pada bulan suci semacam bulan ini dilarang keras melakukan tindak kejahatan dan maksiat.
.
Allah Ta’ala berfirman yang artinya;
”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)
Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah berkata, ”Dinamakan bulan haram karena dua makna:
1. Pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.
2. Pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan itu.
Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.” (Lihat Zaadul Masiir, tafsir surat At Taubah ayat 36)
Baca juga: Apa itu Bulan Dzulqadah? Sejumlah Amalan yang Dilakukan Hingga Mitos yang Beredar
Mengenai empat bulan yang dimaksud disebutkan dalam hadits dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda yang artinya;
.
”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679).
Ibnu ’Abbas mengatakan, ”Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.” (Latho-if Al Ma’arif, 207)
Dalam Tafsir Al Jalalain disebutkan, “Janganlah menzhalimi diri kalian sendiri”, yaitu janganlah berbuat maksiat pada bulan-bulan haram karena dosanya lebih besar.
Sebagai seorang Muslim, sudah menjadi keharusan bagi kita untuk memuliakan empat Bulan Haram tersebut.
Bagaimana caranya? Perbanyaklah melakukan amal kebaikan dan jauhi maksiat.
Adapun mengkhususkan larangan melakukan dosa pada bulan-bulan haram tersebut, padahal melakukan dosa itu terlarang secara mutlak (sepanjang masa), alasannya adalah dalam rangka mengagungkan bulan-bulan tersebut. Adalah hak Allah Subhanahu membedakan sebagian waktu dengan sebagian yang lainnya. Maka (kesimpulannya): melakukan maksiat pada bulan-bulan haram lebih besar dosanya, seperti melakukan maksiat di tanah suci dan dalam keadaan sedang ihram.” (Ruhul Ma’ani: 10/91).
Itulah 4 bukan haram di dalam Islam dan maksud tidak boleh melakukan dosa di dalamnya. Maksud tidak boleh melakukan dosa di dalamnya adalah ada dosa yang lebih besar jika seseorang melakukan dosa di dalam bulan-bulan tersebut dibanding pada bulan-bulan yang lainnya.
Sumber: Muhammadiyah/dakwah si bujang
.