Kamis, 16 April 2026

Tips dan Trik Bertanam Sayur Hidroponik di Lahan Sempit, Tidak Sulit dan Hasilnya Memuaskan

Tidak hanya menanam tanaman hias saja, hobi menanam ini juga dilakukan dalam bentuk menanam sayuran hidroponik.

Penulis: Joanita Ary | Editor: Lucky Oktaviano
Istimewa
Bertanam sayuran hidroponik banyak dilakukan masyarakat di masa pandemi Covid-19. Hobi baru ini bisa menghasilkan beragam sayuran yang bisa dijual atau bisa dikonsumsi sendiri di rumah. Caranya mudah, bahan-bahannya tidak mahal, dan sayuran yang dihasilkan pun sehat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Ada banyak perubahan gaya hidup yang terjadi di masa pandemi seperti sekarang ini.

Mulai dari jam kerja, aktivitas fisik, sampai pola hidup secara keseluruhan.

Saat ini banyak orang yang menjalani hobi sebagai suatu cara untuk menghindari stres, bercocok tanam atau berkebun adalah salah satunya.

Tidak hanya menanam tanaman hias saja, hobi menanam ini juga dilakukan dalam bentuk menanam sayuran hidroponik.

Hidroponik adalah sistem pertanian yang menggunakan air dan nutrisi tambahan.

Bahannya mudah didapatkan dan bisa dilakukan di lahan yang terbatas, hasil dari panenan sayuran hidroponik ini juga bisa dikonsumsi untuk keperluan sendiri.

Seperti yang dilakukan oleh Akuy & Dede, mereka memanfaatkan lahan yang kosong di sebuah gedung perkantoran di sekitar Meruya Ilir, Jakarta Barat.

Tak segan, Akuy dan Dede membagikan cara-cara bertanam dengan hidroponik sebagai berikut:

Bahan yang harus disiapkan

Sebelum bertanam hidroponik, tentunya awalnya kita harus menyiapkan terlebih dulu segala bahan, alat, benih dan lain sebagainya yang akan memperlancar proses bertanam.

Akuy dan Dede menjabarkan dengan detail segala keperluannya seperti :

1. Media tanam rockwool cultilene atau spon yang dipakai sebagai media dalam pembibitan
2. Benih, bisa dipakai benih bayam, selada, kangkung maupun benih sayuran lainnya.
3. Nampan plastik, yang nanti digunakan untuk menata spons
4. Lidi
5. Air
6. Net Pot
7. Kain flannel sumbu hidroponik, dengan panjang kira-kira 15 cm.

Cara Bertanam

Setelah semua alat, benih, dan segala perlengkapan telah tersedia, proses selanjutnya adalah mulai menyiapkan benih untuk proses bertanam selanjutnya, detailnya adalah sebagai berikut:

• Potong-potong bentuk kubus rockwool cultilene atau spon khusus tadi dengan ukuran kurang lebih 2x2x2 cm
• Lalu tata seluruh potongan spon di nampan
• Kemudian lubangi bagian tengah spon dengan lidi, dengan kedalaman kira-kira 1 cm saja
• Letakkan benih di atas lubang spon
• Lalu semprotkan air hingga seluruh permukaan spon menjadi basah
• Kemudian jemur benih di sinar matahari selama 10 hari atau sampai tumbuh tanaman dengan beberapa helai daun dan akar.

Tanaman selada keriting yang ditanam dengan metode hidroponik di sebuah area bekas gedung perkantoran di kaawasan Meruya Ilir, Jakarta Barat.
Tanaman selada keriting yang ditanam dengan metode hidroponik di sebuah area bekas gedung perkantoran di kaawasan Meruya Ilir, Jakarta Barat. (Istimewa)
Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved