PPnBM

Toyota Manufacturing Sambut Baik Perpanjangan Insentif PPnBM 100 Persen hingga Agustus

Produsen mobil merek Toyota di Indonesia menyambut positif kebijakan pemerintah yang memperpanjang insentif PPnBM.

Editor: Valentino Verry
Toyota Bogor
Ilustrasi mobil Toyota. Produse mobil Toyota menyambut gembira kebijakan pemerintah yang memperpanjang insentif PPnBM hingga Agustus mendatang. Hal ini bisa mendongkrak penjualan mobil. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) yang diberikan pemerintah berhasil menaikkan penjualan industri otomotif Indonesia di tengah keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Mulai berlaku pada Maret lalu, insentif PPnBM 100 persem untuk mobil bermesin di bawah 1.500 cc mampu mendongkrak penjualan para produsen mobil.

Setelah sukses dengan periode pertama yang berlangsung sejak Maret - Mei, pemerintah akan memperpanjang relaksasi PPnBM 100 persen untuk mobil berkubikasi mesin di bawah 1.500 cc hingga Agustus.

Baca juga: Pemerintah Perpanjang Relaksasi PPnBM 100 Persen hingga Agustus, untuk Bangkitkan Industri Otomotif

Direktur Corporate Affairs Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam, menyambut positif upaya tersebut.

"Kami menyambut baik kebijakan pemerintah. Tentu akan semakin meningkatkan penjualan," tutur Bob Azam, Sabtu (12/6/2021).

Penerapan relaksasi PPnBM dari Pemerintah sendiri berhasil meningkatkan penjualan Toyota di awal tahun.

Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil wholesale atau dari pabrik ke dealer Toyota masih mendominasi, menyentuh angka 23.301 unit dari total penjualan nasional sebanyak 78.908 unit bulan April 2021.

Sebagai informasi, ada enam produk Toyota yang berhasil memenuhi syarat penerima relaksasi PPnBM 1.500 cc, diantaranya Avanza, Rush, Yaris, Vios, Sienta dan Raize.

Baca juga: Kena Relaksasi PPnBM 50 Persen, Ini Perkiraan Harga Mitsubishi Xpander

SEmentara itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) juga menyambut positif perpanjang relaksasi PPnBM 100 persen untuk mobil di bawah 1.500 cc.

Usulan perpanjangan diskon PPnBM ini sebelumnya telah disampaikan oleh Gaikindo ke Pemerintah.

"Pemerintah bisa menilai dan mengevaluasi apa yang terjadi dalam tiga bulan terakhir ini, yaitu Maret, April dan Mei. Kalau kami melihatnya, tepat sasaran dan semua pihak happy dengan adanya stimulus ini," ungkap Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto dikutip dari keterangan resmi Kementerian Perindustrian, Minggu (13/6/2021).

Baca juga: Daftar Harga 6 Mobil Toyota Terbaru ini Diterapkan Relaksasi PPnBM 50 Persen

Jongkie menilai program diskon 100 perse  PPnBM ini berjalan sukses, dengan semua pihak merasa diuntungkan, baik dari segi pelaku usaha otomotif, konsumen dan pemerintah.

"Tak hanya para pelaku industri otomotif yang mendapatkan keuntungan dari kenaikan penjualan mobil yang signifikan, pemerintah pun berhasil meraih pendapatan PPn dan PPh dari meningkatnya penjualan mobil. Di sisi lain, konsumen mendapatkan kendaraan baru dengan harga yang lebih terjangkau," imbuh Jongkie.

Kementerian Perindustrian mencatat, hingga saat ini potensi sektor otomotif didukung sebanyak 21 perusahaan, dengan total kapasitas mencapai 2,35 juta unit per-tahun dan serapan tenaga kerja langsungnya sebanyak 38.000 orang.

Baca juga: OJK: Pertumbuhan Kredit Mulai Membaik Ditopang Relaksasi PPnBM

Selain itu, lebih dari 1,5 juta orang turut bekerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut.

"Artinya, industri otomotif menjadi salah satu penggerak perekonomian yang pertumbuhannya harus segera dipercepat karena industri ini melibatkan banyak pelaku usaha lokal dalam rantai produksinya mulai dari hulu hingga ke hilir," ungkap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.(Lita Febri)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved