Sabtu, 23 Mei 2026

FOTO : PT Kapuas Prima Coal Tbk Gelar RUPSLB

PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa. Begini hasilnya.

Tayang:
HO
Para eksekutif PT Kapuas Prima Coal Tbk, dari kiri ke kanan, Direktur Independen Padil Noor, Direktur Hendra Susanto William, Direktur Utama Harjanto Widjaja, Direktur Evelyne Kioe dan Notaris Satria Amiputra, seusai RUPSLB di Jakarta, Rabu (9/6/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menggelar rapat umum pemegan saham luar biasa (RUPSLB) pekan lalu di Jakarta.

Emiten yang bergerak di bidang pertambangan bijih besi (Fe) dan Galena di Indonesia ini membidik pertumbuhan produksi hingga mencapai 20-30%.

Pertumbuhan itu mencapai 564.000 ton di tahun 2021.

Hal ini seiring dengan membaiknya harga serta peningkatan permintaan khususnya pada komoditas bijih besi.

Baca juga: Bekas Tambang Tebing Breksi Disulap Jadi Destinasi Berkelanjutan, Sandi : Potensi Wisata Menjanjikan

Baca juga: Tingkatkan Perekonomian, Sandiaga Uno Bakal Ubah Sawahlunto dari Kota Tambang Jadi Kota Pariwisata

Dalam paparan profil perusahaan di situsnya, PT Kapuas Prima Coal adalah perseroan yang melakukan kegiatan usaha dalam bidang pertambangan dan perdagangan dimana didirikan sejak tahun 2005.

Pada awal nya bijih besi adalah hasil tambang yang diproduksi, tetapi sejak 2014 perseroan fokus ke dalam produksi Galena (PbS) sehubungan dengan harga pasar bijih besi yang terjun bebas.

Galena (PbS) ini kemudian akan diolah menjadi konsentrat Timbal (Pb) dan Zinc (Zn) dan Perak (Ag) dengan pengetahuan, pengalaman dan teknologi pengolahan yang terbaik untuk mendapatkan hasil atau kadar yang maksimal.

Direktur Utama Harjanto Widjaja PT Kapuas Prima Coal Tbk dan, Direktur KPC Evelyne Kioe saat RUPSLB di Jakarta, Rabu (9/6/2021).
Direktur Utama Harjanto Widjaja PT Kapuas Prima Coal Tbk dan, Direktur KPC Evelyne Kioe saat RUPSLB di Jakarta, Rabu (9/6/2021). (HO)

Wilayah penambangan yang telah mendapatkan ijin adalah seluas 5,569 Ha dimana potensi deposit Galena (PbS) yang dapat ditambang masih sangat besar.

Ada tiga kunci keberhasilan operasional kami: mempertahankan biaya rendah, menumbuhkan cadangan dan produksi dan menggunakan (mengalokasikan) modal secara efisien.

Pada saat yang sama, elemen lain dari keberhasilan kami adalah komitmen terhadap kesejahteraan dan keselamatan pekerja, membantu komunitas di areal sekitar tambang dan juga terhadap pelestarian lingkungan.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved