Kamis, 7 Mei 2026

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Dorong Pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA)

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera membentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) yang akan mendorong inovasi lebih terstruktur.

Tayang:
Editor: Lucky Oktaviano
Istimewa/Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta PJ Sekda Jateng Prasetyo Aribowo untuk segera mewujudkan pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) agar nantinya organisasi ini mendorong inovasi lebih terstruktur. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMARANGPemerintah Provinsi Jawa Tengah segera membentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).

Diharapkan keberadaan BRIDA akan mendorong inovasi yang ada agar lebih terstruktur dengan baik.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah meminta PJ Sekda Jateng Prasetyo Aribowo untuk mewujudkan pembentukan BRIDA.

“BRIDA inilah nanti akan mendorong inovasi lebih terstruktur, terlembagakan degan baik dan target problem solving (mengatasi masalah) yang baik,” tutur Ganjar usai lauching Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Provinsi Jawa Tengah, di kompleks kantornya di Kota Semarang, Senin (7/6/2021).

Terkait penyelenggaraan KIPP Jateng, sebanyak 41 organisasi perangkat daerah (OPD) di Jateng dituntut berinovasi.

Setidaknya, dari setiap OPD yang di dalamnya terdapat beberapa bagian atau bidang, bisa mengeluarkan satu inovasinya.

Tentu hal itu akan membuat Jateng kaya akan inovasi. “Akan mempunyai tabungan inovasi yang banyak,” harap Ganjar.

Sehingga, setiap kali ada lomba inovasi, menurutnya, tinggal dipilih inovasi mana yang paling bagus dan akan diikutkan.

Menurutnya, keikutsertaan inovasi juga tidak harus menang. Mengingat yang penting adalah berani mengeluarkan inovasinya.

“Ikut saja itu sudah bagus. Tradisi inilah yang akan kita dorong, mudah-mudahan bisa berjalan,” ujarnya.

Termasuk pada saat pandemi seperti sekarang, Ganjar berharap OPD hingga tingkat kabupaten dan kota, bisa memanfaatkan momen untuk berinovasi dalam pelayanan publik.

Misalnya, ketika publik mengalami kesulitan berdagang, kesulitan sekolah, tidak bisa berjumpa dengan banyak orang, work from home, akan muncul inovasi.

“Teknologi apa yang bisa dipakai, metode apa yang bisa dipakai. Bagaimana kita mengendalikan pandemi,” tutur Ganjar lebih lanjut.

Seperti di Kudus yang saat ini kasus Covidnya tengah menjadi perhatian. Maka di daerah itu, bisa memunculkan inovasi yang melibatkan tokoh agama, hingga tokoh masyarakat.

Atau juga adanya cara atau report mikro zonasi yang sudah dilakukan melalui PPKM.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved