Nasib AKP Stepanus Robin Pattuju di Polri Bakal Diputuskan Usai Ada Putusan Tetap dari Pengadilan

Rusdi menambahkan, pihaknya juga akan menghormati proses hukum yang tengah dijalani oleh anggotanya.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Dewan Pengawas KPK memecat penyidik AKP Stepanus Robin Pattuju, karena terbukti melakukan pelanggaran kode etik. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Polri bakal menentukan nasib AKP Stepanus Robin Pattuju yang dipecat KPK sebagai penyidik, setelah menerima putusan berkekuatan hukum tetap.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan, pihaknya akan menunggu proses hukum yang akan dijalani oleh AKP Robin, untuk menentukan status keanggotaannya di institusi Polri.

"Nanti kita lihat sampai ke depannya putusan apa yang diterima oleh bersangkutan."

Baca juga: Dapat Penghargaan dari Vladimir Putin, Megawati Ingin Indonesia-Rusia Kerja Sama Riset Luar Angkasa

"Setelah menerima putusan, tentunya Polri akan bersikap atas putusan tersebut," kata Rusdi di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Rusdi menambahkan, pihaknya juga akan menghormati proses hukum yang tengah dijalani oleh anggotanya.

Apalagi, kasus yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi.

Baca juga: Bandingkan dengan Amerika, Menteri Agama Tak Tahu Alasan Arab Saudi Belum Bolehkan WNI Masuk

"Semua masih berproses, ketika yang bersangkutan tersangkut dalam perkara pidana ini masih tetap berjalan."

"Polri menghargai dengan apa yang sedang berjalan, karena menjadi salah satu tersangka pada kasus korupsi yang mengangkut pejabat di daerah," tuturnya.

Total Terima Rp 10,4 Miliar dari 5 Orang Berperkara di KPK, Termasuk Azis Syamsuddin

Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) AKP Stepanus Robin Pattuju bukan cuma menerima uang dari Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial.

Dewan Pengawas KPK mengatakan, Robin menerima uang sebesar Rp 3,15 miliar dari Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

Selain dari Azis, dalam sidang putusan kode etik Robin di Gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Senin (31/5/2021), anggota Dewas KPK Albertina Ho menyebut Robin juga menerima uang dari empat orang terkait perkara di KPK.

Baca juga: Jokowi: Perluasan dan Pendalaman Nilai-nilai Pancasila Tidak Bisa Dilakukan dengan Cara-cara Biasa

Total selama menjadi penyidik KPK, Albertina menyatakan Robin telah menerima uang sebanyak Rp 10,4 miliar dari lima orang yang berperkara di KPK itu.

Sebagian uang yang diterima senilai total Rp 8,8 miliar kemudian dialirkan Robin kepada seorang pengacara bernama Maskur Husain.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved