Banyak yang Sembuh Mikro Lockdown di RT 06 Ciracas Distop, Namun Pengawasan Prokes Tetap Dilakukan 

Camat Ciracas, Jakarta Timur, Mamad mengatakan jika sejauh ini kasus Covid-19 terus mengalami penurunan pasca 14 hari lalu diterapkan mikro lockdown

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Sejumlah petugas Tiga pilar meninjau RT 06/03 Ciracas Jakarta Timur usai mikro lockdown dihentikan atau tidak diperpanjang usai temuan kasus Covid-19, Rabu (2/6/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM,CIRACAS --- Penerapan mikro lockdown klaster RT 06/03, Ciracas Jakarta Timur distol alias sudah tidak diperpanjang lagi.

Langkah itu diambil menyusul menurunnya kasus Covid-19 serta perubahan status dari zona merah ke zona kuning.

Camat Ciracas, Jakarta Timur, Mamad, mengatakan jika sejauh ini kasus Covid-19 terus mengalami penurunan pasca 14 hari lalu diterapkan mikro lockdown dampak puluhan warga positif Covid-19.

"Sekarang statusnya sudah turun dari kategori (penularan Covid-19) zona merah ke zona kuning. Total kasus aktif Covid-19 di RT 06/RW 03 sekarang tersisa tiga," kata Mamad, Rabu (2/6/2021).

Dikatakan Mamad data kasus aktif Covid-19 tersebut berdasar hingga Rabu (2/6/2021) pukul 10.38 WIB usai Satgas Covid-19 Kecamatan Ciracas melakukan rapat evaluasi penerapan mikro lockdown.

Rinciannya dua warga masih menjalani isolasi di RS Darurat Wisma Atlet, Jakarta Pusat, sementara satu warga isolasi mandiri di rumah dalam pemantauan ketat Satgas Covid-19 Kecamatan Ciracas.

"Insyaallah dua warga yang isolasi di Wisma Atlet dan satu warga yang isolasi mandiri di rumah segera dinyatakan sembuh. Sehingga status zona di RT 06/RW 03 bisa turun ke zona hijau," ujarnya.

Mamad menuturkan pihaknya optimis tiga warga RT 06/RW 03 Kelurahan Ciracas yang masih terkonfirmasi Covid-19 lekas dinyatakan sembuh karena kondisinya terus membaik.

Sementara terpisah, Ketua RW 03 Sugiman mengatakan pihaknya mengimbau warga mematuhi protokol kesehatan meski kini wilayah permukiman warga RT 06 sudah bersatus zona kuning penyebaran Covid-19.

"Kita tetap imbau warga agar walaupun mikro lockdown dicabut tetap mematuhi protokol kesehatan. Agar tidak terjadi kasus serupa," kata Sugiman.

Pengawasan penerapan protokol kesehatan terhadap warga yang dilakukan jajaran Satgas Covid-19 Kecamatan Ciracas pun bakal tetap dilakukan setelah mikro lockdown dihentikan.

Selain sosialisasi dan pengawasan protokol kesehatan pihaknya juga mengajak warga negatif Covid-19 yang belum mengikuti vaksinasi Covid-19 gelaran Puskesmas Kecamatan Ciracas.

"Nantinya pengawasan protokol kesehatan diawasi petugas gabungan, dari Polsek, Koramil, dan Satpol PP Kecamatan Ciracas. Kita juga lakukan pengawasan terhadap warga yang balik mudik," ujarnya.

Warga yang baru melakukan perjalanan mudik diminta menjalani rapid test antigen dan isolasi mandiri guna memastikan mereka tidak terpapar Covid-19 lalu justru menulari tetangganya.

Lurah Ciracas Rikia Marwan menuturkan perbedaan setelah mikro lockdown tidak diperpanjang hanya pada dapur umum yang sebelumnya memasok makanan siap saji untuk warga isolasi dihentikan.

"Hari ini dapur umum warga terakhir, sebelumnya distribusi makanan dari Sudin Sosial Jakarta Timur juga sudah dihentikan kemarin. Untuk sosialisasi dan pembagian masker terus dilakukan," ucapnya. 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved