Wanita Bugil Tewas di Hotel
Begini Pengakuan dan Alasan Tersangka Pembunuh Wanita Bugil di Hotel Selalu Mengincar Para PSK
"Tersangka pun awalnya menetapkan empat korban untuk diajak kencan. Namun dari empat calon korban, hanya dua korban yang mencapai kesepakatan untuk
Penulis: Desy Selviany | Editor: Dedy
WARTAKOTALIVE.COM, KEMAYORAN --- Tersangka pembunuhan wanita bugil di sebuah hotel Menteng, Jakarta Pusat Aldi Aldriansyah (23) ternyata sudah menyasar empat Pekerja Seks Komersial (PSK).
Aldi mengandalkan aplikasi Michat untuk mencari korbannya.
Korban Aldi umumnya ialah pekerja seks komersial (PSK) yang menawarkan jasa kencan.
Kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Teuku Arsya Khadafi, dari hasil pemeriksaan, Aldi mengaku sengaja mencari PSK agar bisa dirampok.
Hal itu lantaran, Aldi kecanduan judi online yang membuatnya memiliki tumpukan utang.
"Tersangka pun awalnya menetapkan empat korban untuk diajak kencan. Namun dari empat calon korban, hanya dua korban yang mencapai kesepakatan untuk kencan," ujar Arsya di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Minggu (28/5/2021).
Salah satu korban yang sepakat ialah IW (31).
Ketika itu IW sepakat kencan dengan korban di sebuah hotel di Menteng, Jakarta Pusat dengan imbalan Rp500 ribu.
Namun usai berhubungan seksual, bukannya Aldi membayar korban, ia malah mencekik IW.
Ia mencekik IW hingga tewas di kamar hotel yang disewa korban.
Setelahnya, uang dan harta benda IW seperti Samsung Galaxi S8 digasak Aldi.
Kejamnya lagi, usai membunuh IW, Aldi masih sempat merencakan hal serupa ke calon korban lainnya.
"Namun karena tersangka masih dalam keadaan panik dan hendak menghilangkan barang bukti. Tersangka membatalkan janjinya dengan calon korban keempat," jelas Arsya.
Atas perbuatannya itulah Aldi dikenakan pasal berlapis.
Ia dikenakan Pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup dan atau paling lama 20 tahun penjara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kepala-satreskrim-polres-metro-jakarta-barat-akbp-teuku-arsya-khadafi.jpg)