Liga 1 2021
Pelatih Tira Persikabo Igor Nikolayevich Kriushenko Menilai Tanpa Degradasi, Liga 1 Tak Menarik
Pelatih Tira Persikabo, Igor Nikolayevich Kriushenko, turut mengomentari wacana kompetisi Liga 1 2021 tanpa adanya degradasi.
Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Sigit Nugroho
"Apabila nanti pemerintah dan Polri memberikan izin, Liga 1 2021 akan bergulir pada awal Juli 2021 hingga Maret 2022 mendatang. Tanggalnya tentu nanti akan ditentukan begitu Polri memberikan izin dan kami proyeksikan kick-off pada 3 atau 7 Juli mendatang,” kata Iriawan dikutip dari pssi.org.
PSSI juga berencana menggelar Liga 1 2021-2022 terpusat di Pulau Jawa.
Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan masukan dari sejumlah klub.
Selain meminimalisasi mobilitas, infrastruktur pendukung di Jawa cukup memadai untuk menggelar pertandingan selama semusim.
"Kemudian, sistemnya tentunya sesuai dengan usulan dari klub, rencananya Liga 1 2021 akan disentralisasikan di Jawa. Mengapa? karena memang mobilitas di Jawa cukup bisa ditempuh dengan kendaraan dan akomodasi cukup banyak. Ini hasil dari keinginan para klub," tutur Iriawan.
Menurut Iriawan, Liga 2 2021 rencananya bakal digelar di empat wilayah dan diharapkan bisa bergulir paling lambat 14 hari setelah kick off Liga 1 2021.
"Untuk Liga 2, akan kami rapatkan kembali. Ada empat wilayah yang sudah bersedia yakni Palembang, Tangerang Selatan, kemudian Riau dan lain sebagainya. Kami berharap Liga 2 dimulai 14 hari setelah kick off Liga 1," tukas Iriawan.
Sedangkan, Zainudin mengatakan bahwa rapat koordinasi tadi membahas tenteng waktu persiapan dan protokol kesehatan yang akan diterapkan sepanjang kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2021 nanti berlangsung.
"Kami membahas persiapan PSSI tentang penyelenggaraan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2021-2022, karena kita tahu kompetisi ini durasinya tentu berbeda dengan turnamen biasa seperti Piala Menpora 2021 contohnya yang berlangsung satu bulan,” kata Zainudin.
"Bahkan, kalau ini sampai lewat tahun, makanya namanya 2021-2022. Oleh karena itu, persiapannya pun berbeda, baik penyelenggaraannya maupun penerapan protokol kesehatannya," ujar Zainudin.