Jumat, 24 April 2026

Berita Internasional

Publik Korea Geger dengan Keputusan Sayuri Jadi Ibu Lewat Donor Sperma

Sayuri mengabadikan pengalamannya sebagai orangtua tunggal di acara reality show. Para pesohor Korea Selatan mengasuh anak tanpa bantuan istri.

instagram/sayuriakon13
Sayuri bersama anak dan anjing kesayangannya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Tidak hanya di Indonesia, memiliki anak tanpa ayah dengan cara inseminasi buatan atau donor sperma belum bisa diterima di Korea Selatan.

Masyarakat di Negeri Ginseng tersebut riuh dengan pro-kontra saat mengetahui Sayuri, tokoh asal Jepang di Seoul yang kerap menghiasi layar kaca Korea Selatan, menjadi orangtua tunggal dari seorang anak dengan cara donor sperma.

Sayuri mengabadikan pengalamannya sebagai orangtua tunggal di acara reality show "The Return of Superman", di mana para pesohor Korea Selatan mengasuh anak tanpa bantuan istri.

Baca juga: 15 Drama Korea Terpopuler 2020-2021 yang Bakal Bikin Ketagihan, Dilengkapi Trailernya

Baca juga: Choi Tae Joon Putus asa Minta bantuan Sooyoung dalam Drama Korea So I Married The Antifan

Sayuri yang statusnya tidak menikah memiliki putra bernama Zen lewat inseminasi buatan.

Keterlibatannya dalam reality show tersebut jadi perhatian karena dia adalah orang pertama yang memperlihatkan kehidupan sebagai orangtua tunggal di acara yang tayang sejak 2013.

Dilansir Yonhap, keseharian Sayuri yang terekam dalam kamera tidak berbeda dari anggota "Superman" lain, kerepotan orangtua pada umumnya ketika mengasuh anak.

"Saya harus mencintainya lebih dari ibu-ibu lain," kata Sayuri di acara itu.

"Saya harap dia tidak merasa kesepian atau ingin sesuatu yang lebih, meski tanpa ayah."

Baca juga: 4 Momen Romantis Jang Nara dan Jung Yong Hwa dalam Drama Korea Sell Your Haunted House

November lalu, aktris dan penulis Jepang yang memulai karier hiburan di Korea lewat "Global Talk Show" pada 2007 mengungkapkan lewat media sosial bahwa dia menjadi ibu dari seorang putra menggunakan bank sperma di Jepang.

Sayuri memutuskan memiliki anak lewat bantuan bank sperma karena dikejar waktu akibat penyakit ovarium.

"Saya cuma punya dua pilihan yang tersisa saat itu, segera menikahi pria yang tidak saya cintai dan mengupayakan bayi tabung, atau melahirkan dan membesarkan anak sendirian," katanya dalam wawancara dengan KBS pada November. "Saya tidak sanggup memilih yang pertama."

Perempuan 41 tahun itu pergi ke Jepang karena hampir tidak mungkin perempuan lajang memiliki bayi tabung atau mengadopsi anak di Korea Selatan.

Baca juga: 4 Momen Romantis Jang Nara dan Jung Yong Hwa dalam Drama Korea Sell Your Haunted House

Berdasarkan pedoman Korean Society of Obstetrics and Gynecology, dokter hanya bisa melakukan inseminasi buatan kepada pasangan suami istri, jadi perempuan lajang tidak bisa mengikuti program bayi tabung.

"Saya tahu penting bagi seorang anak untuk punya ayah, tapi penting juga menerima hal yang berbeda," katanya.

"Saya menyayangi anjing piaraan saya. Kami tidak terhubung dengan darah, tapi kami adalah keluarga karena menghabiskan waktu bersama."

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved