Libur Lebaran

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Ungkap Kadar CO saat Libur Lebaran Menurun Drastis

Kondisi kualitas udara Jakarta pada hari Hari Raya Idulfitri, Kamis (13/5/2021), menunjukan tren penurunan untuk parameter karbon monoksida (CO).

Alija Berlian Fani
Ilustrasi kondisi jalan raya saat Idulfitri terlihat sepi. Hal ini membuat kualitas udara meningkat drastis. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kondisi kualitas udara Jakarta pada hari Hari Raya Idulfitri 1442 H, Kamis (13/5/2021), menunjukan tren penurunan untuk parameter karbon monoksida (CO).

Hal ini disebabkan aktivitas transportasi di Jakarta berkurang, sehingga kosentrasi CO menjadi rendah.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Syaripudin mengatakan kosentrasi CO menunjukan angka yang relatif kecil, terutama di hari menjelang Idulfitri dan memenuhi Baku Mutu (< 7 ug/m3).

Baca juga: Stasiun Bogor Menjadi yang Teramai dan Tersibuk pada Libur Lebaran

Baca juga: Tingkat Okupansi di Bawah 10 Persen Saat Libur Lebaran 2021

"Pada tren empat tahun terakhir dari tahun 2016 sampi 2020 menunjukan penurunan untuk parameter CO, ini karena kondisi transportasi yang berkurang di Jakarta menjelang hari lebaran. Namun, cenderung stabil untuk parameter NO2, SO2 dan 03 (Ozon)," kata Syaripudin, Sabtu (15/5/2021).

Syaripudin mengatakan, saat hari H Idulfitri 2021, sempat terjadi peningkatan untuk konsentrasi PM2,5 dan PM 10.

Adapun PM 2,5 dan PM 10 adalah partikulat berukuran < 2,5 mikron dan < 10 mikron, sedangkan PM 2,5 merupakan polutan yang bersumber dari antropogenik maupun alam.

"PM 2,5 merupakan polutan yang bersumber dari antropogenik seperti industri, transportasi dan alam. Dimungkinkan aktivitas menjelang Idulfitri di Jakarta meningkat sehingga mengakibatkan PM 2,5 dan PM 10 juga juga ikut meningkat," lanjut Syaripudin.

Baca juga: Polres Tangsel Siagakan Personel di Pusat Perbelanjaan untuk Mencegah Kerumunan saat Libur Lebaran

Baca juga: Pengunjung Ragunan KTP DKI Jakarta Tembus 17.485 Orang saat Libur Lebaran

Menurutnya, pemantauan kualitas udara ini dilakukan di enam Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) miliknya, yaitu di Bundaran HI (DKI-1), Jakarta Pusat peruntukan roadside; Kelapa Gading (DKI-2), Jakarta Utara peruntukan pemukiman; Jagakarsa (DKI-3), Jakarta Selatan peruntukan pemukiman; Lubang Buaya (DKI-4), Jakarta Timur peruntukan pemukiman; Kebon Jeruk (DKI-5), Jakarta Barat peruntukan pemukiman; dan 1 unit SPKU mobile.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved