Selasa, 5 Mei 2026

Eiger Kembangkan Ransel Ramah Lingkungan, Materialnya dari Bambu dan Botol Plastik Daur Ulang

Eiger meluncurkan produk terbaru ranselnya yang terbuat dari bahan ramah lingkungan seperti frame dari bambu dan buckle dari plastik daur ulang.

Tayang:
istimewa
Eiger meluncurkan produk terbaru yang diklaim ramah lingkungan dengan menggunakan frame berbahan bambu betung dan material lainnya berbahan plastik daur ulang dari botol plastik. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Eiger, produsen perlengkapan pendukung kegiatan di alam bebas, meluncurkan produk terbaru yang lebih ramah lingkungan.

Baru-baru ini Eiger meluncurkan carrier atau ransel berkonsep keberlanjutan (sustainability) yang diberi nama Ecosavior 45L.

Bagian inti dari ransel ini, seperti material kain dan aksesoris buckle dibuat dari setidaknya 50 botol plastik PET 500ml yang diolah dan didaur ulang (polyester daur ulang Reboyarn).

Baca juga: JANGAN KETINGGALAN! 12-14 Februari, Eiger Diskon hingga 50 Persen Semua Produknya, di Seluruh Toko

Keunggulan lain dari carrier ini adalah penggunaan Ergocomfort Eco Natural Flexibility sebagai
adjustable backsystem yang menggunakan bambu sebagai bahan dasar frame.

“Backsystem Ecosavior dirancang menggunakan frame bambu sebagai material alam pengganti
alumunium, fiber, atau kawat baja yang biasa digunakan sebagai frame untuk carrier. Frame bambu ini
sudah dirancang sesuai kurva tulang punggung dan berfungsi untuk memperkokoh konstruksi tas
sehingga tetap stabil saat digunakan,” ujar Oki Lutfi, Eiger Product Designer.

Bambu yang digunakan adalah bambu betung yang sudah tua dan kering karena lebih kuat.

Baca juga: Ternyata Bukan Cuma EIGER, Ini Daftar Merek Tas Milik Ronny Lukito yang Semuanya Terkenal

Oki menambahkan, penggunaan frame bambu sudah melalui berbagai tahapan dan pengujian.

Misalnya, teknik yang digunakan adalah dengan menggabungkan tiga lapis bambu yang dibentuk dengan cetakan, lalu dikeringkan dan dilaminasi.

Berbagai tahapan termasuk uji kekuatan bambu dilakukan untuk memastikan frame bambu dapat menopang beban sekaligus memiliki daya tahan terhadap iklim dan cuaca.

“Dalam pembuatan frame bambu, kami bekerjasama dengan para pengrajin bambu di area
Temanggung, Jawa Tengah. Harapannya, langkah kecil yang kami lakukan dapat membantu para
pengrajin bambu di sana,” tambah Oki.

Jika ada masalah apapun dengan bambunya, pembeli mendapat 1 tahun garansi.

Baca juga: CEO Eiger Ronny Lukito Mengakui Kesalahan dan Minta Maaf Kepada Konten Kreator

Eiger tidak menjual spare part frame bambu tersebut secara terpisah untuk saat ini. 

Jadi kalau memang rusak dan perlu diganti, Eiger akan menggantinya sesuai prosedur garansi..

Dari segi fungsional, teknologi adjustable backsystem yang digunakan dapat memudahkan pengguna
dalam mengatur backsystem sesuai ukuran torso masing-masing.

“Inovasi ini merupakan langkah awal EIGER dalam mengembangkan produk-produk yang lebih ramah
lingkungan, untuk menjadi bagian dari solusi permasalahan lingkungan. Untuk menjadi brand yang 100% ramah lingkungan, perjalanan kami masih sangat panjang. Namun kami yakin, apapun yang dilakukan secara konsisten dan bersama-sama akan membuahkan hasil yang baik untuk bumi dan untuk generasi nanti,” ujar Oki.

Botol plastik

Adapun penggunaan plastik daur ulang tak terpisahkan dari keprihatikan akan banyaknya sampah plastik terserak di lingkungan alam bebas.

Baca juga: SOSOK Ronny Lukito, Dengan Modal Rp 1 Juta dan 2 Mesin Jahit Membangun EIGER Hingga Sukses Mendunia

Survey Indonesia National Plastic Action Partnership tahun 2017 menunjukkan, Indonesia memproduksi kurang lebih 6,8 juta ton sampah plastik setiap tahunnya.

Dengan besarnya angka sampah plastik yang diproduksi, hanya 10% yang sudah masuk ke proses recycle.

Fenomena yang mengkhawatirkan adalah sampah plastik tidak hanya memenuhi area pemukiman saja.

Eiger Savior45 yang ramah lingkungan.
Eiger Savior45 yang ramah lingkungan. (istimewa)

Gunung dan hutan ternyata tidak luput dari ancaman sampah plastik.

Contohnya saja, pada bulan Maret 2020 terdapat lebih dari 1 ton sampah plastik yang diturunkan dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat.

“Kami temukan banyak sampah plastik khususnya botol air mineral kemasan di banyak jalur pendakian. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan mengingat sejatinya pendakian ditujukan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dengan belajar dari keindahan alam,” ujar Galih Donikara, Eiger 
Adventure Service Team (EAST) Manager.

Baca juga: CEO Eiger Bikin Video Permintaan Maaf, Warganet: Lighting Gelap, Ada Noice, Jadi Tolong Dihapus Saja

Ransel Eiger Ecosavior45L yang baru diluncurkan menggunakan material berbahan plastik daur ulang.

Bagian inti dari ransel berkapasitas 45 liter ini seperti material kain dan aksesoris buckle (kunci pengait tali ransel) dibuat dari setidaknya 50 botol plastik PET 500ml yang diolah dan didaur ulang (polyester daur ulang Reboyarn).

“Inovasi ini merupakan langkah awal Eiger dalam mengembangkan produk-produk yang lebih ramah
lingkungan. Kami yakin, apapun yang dilakukan secara konsisten dan bersama-sama akan membuahkan hasil yang baik untuk bumi dan untuk generasi nanti,” ujar Galih.

Baca juga: TAK Banyak yang Tahu, CEO EIGER Ronny Lukito Punya 6 Merek Tas Lain, Kalian Pasti Pernah Pakai Juga

Ransel Ecosavior berkapasitas 45 liter ini berhasil memenangkan Indonesia Good Design 2020 di
kategori Best 3 Design Concept.

Eiger Ecosavior45 dilengkapi tas tambahan yang dapat dilepas-pasang untuk menampung sampah.
Eiger Ecosavior45 dilengkapi tas tambahan yang dapat dilepas-pasang untuk menampung sampah. (istimewa)

Hadir dengan 2 warna, yaitu olive untuk men series dan putih untuk women series, carrier ini dilengkapi pula dengan kantong sampah yang dapat dilepas-pasang (detachable).

"Besar harapan kami, pengguna dapat lebih peduli terhadap sampah di jalur pendakian,
dengan membawa turun kembali sampah yang dihasilkan dan ditemukan," tutur Galih.(*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved