WARTAKOTALIVE.COM -- Kemarin, saya melihat sebuat video pendek yang menggambarkan betapa dahsyatnya tsunami Covid-19 yang menyapu India.
Deretan mayat diletakkan di pinggir jalan raya yang ramai lalu-lintas dan jalan menuju krematorium.
Mayat-mayat itu diletakkan di atas tandu bambu. Ada yang diselimuti kain putih. Ada pula yang diselimuti kain merah. Dan, ditaburi bunga.
Video: Tidak Mudik Bersama Prof Komaruddin Hidayat dan Ganjar Pranowo
Krematorium-krematorium kewalahan melayani kremasi mayat.
Banyak jenazah korban Covid-19 yang dibakar di tempat terbuka.
Ada krematorium yang sehari mengkremasi 100 jenazah. Itu pun, masih banyak yang antre.
Di malam hari, langit India berwarna merah kekuningan, pancaran api di tempat kremasi.
Di rumah-rumah sakit, banyak calon pasien yang tak bisa ditampung. Karena tidak tersedia tempat tidur lagi.
Baca juga: Tsunami Covid di India Kian Mengerikan, dalam Sehari Catat Rekor Kasus Kematian Hampir 4 Ribu
Yang sudah diterima pun ada yang harus rela berbaring berdua di satu tempat tidur. Belum lagi, di mana-mana kekurangan oksigen, keterbatasan obat, dan juga masker.
India akhir-akhir ini adalah mimpi buruk. India adalah tragedi kemanusiaan.
Karena itu, begitu banyaknya korban Covid-19.
Korban gelombang kedua Covid-19 , menurut laporan worldometers.info pada hari Rabu (28/4/2021) saja dalam tempo 24 jam, tambah 379.459 kasus baru; hari Jumat (30/4/2021), tercatat 402.110 kasus baru!
Semua tersentak, ketika jumlah yang meninggal pada hari Rabu, menurut Universitas Johns Hopkins menembus angka 200.000 Jumlah penderita yang meninggal, menurut kantor berita AP, meningkat tiga kali lipat selama tiga minggu terakhir.
Baca juga: WASPADA! Varian Baru Virus Corona Asal India Terdeteksi di Kota Tangerang Selatan Sejak April 2021
Data terakhir per 1 Mei, jumlah yang terpapar 19.164. 969 orang, yang meninggal 211.853 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kremasi-trias.jpg)