Breaking News:

Anies Telah Mengeluarkan Panduan Pembuatan SIKM Melalui JakEvo, Berikut Persyaratannya

Pemohon juga wajib melampirkan surat pernyataan bermaterai Rp 10.000 yang menyatakan hubungan kekerabatan dengan keluarga yang meninggal

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
Instagram @aniesbaswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Bagi warga yang ingin keluar Jakarta harus mengajukan SIKM melalui situs jakevo.jakarta.go.id.Kepemilikan surat izin keluar masuk (SIKM) mulai berlaku di Jakarta pada Kamis (6/5/2021) ini.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengeluarkan panduan pembuatan SIKM melalui Jakevo sejak Selasa (4/5/2021) .

Panduannya dikeluarkan melalui Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 569 tahun 2021 tentang Prosedur Pemberian SIKM Wilayah Provinsi DKI Jakarta Selama Masa Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Dalam surat itu, Anies menegaskan SIKM diterbitkan untuk masyarakat hanya untuk lima jenis kepentingan, yaitu kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal dunia, ibu hamil/bersalin, pendamping ibu hamil satu orang dan pendamping persalinan maksimal dua orang.

Baca juga: Saling Lempar Bola Panas Nasib 75 Pegawai KPK Tak Lolos Seleksi ASN

Baca juga: Saksi Korban Kembali Mangkir, Terdakwa Kasus Pidana Laporan Palsu Mengaku Dikriminalisasi

“Penerbitan SIKM sebagaimana dimaksud paling lama dua hari sejak persyaratan dinyatakan lengkap dan berlaku selama masa peniadaan mudik dari tanggal 6-17 Mei 2021,” ujar Anies yang dikutip dari Kepgub tersebut pada Kamis (6/5/2021).

Anies juga mewajibkan pemegang SIKM untuk mengantongi hasil PCR atau swab antigen atau GeNose yang menyatakan bebas dari Covid-19. Adapun sampelnya diambil dalam kurun waktu paling lama 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Dikutip dari Kepgub tersebut, pertama pemohon mengakses situs Jakevo untuk mengunggah persyaratannya. Setelah sejumlah persyaratan diajukan, nantinya petugas UP Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTPSP) Kelurahan akan melakukan verifikasi berkasnya.

Setelah berkas memenuhi persyaratan, Lurah akan menandatangani SIKM secara elektronik. Setelah itu, pemohon dapat mengunduh SIKM di situs jakevo.jakarta.go.id. Untuk persyaratan para pemohon, secara garis besar memiliki kesamaan.

Baca juga: Bisnis Mobkas Mobil88 Ikut Terimbas Positif Relaksasi PPnBM, Aturan Larangan Mudik Tak Berpengaruh

Baca juga: Indonesia Berpotensi Alami Ledakan Kasus Covid-19 seperti India, Epidemiolog Singgung Soal Deteksi

Bagi pemohon kunjungan keluarga sakit, harus melampirkan KTP, surat keterangan sakit bagi keluarga yang dikunjungi dari fasilitas kesehatan setempat.

Pemohon juga wajib melampirkan surat pernyataan bermaterai Rp 10.000 yang menyatakan hubungan kekerabatan dengan keluarga yang dikunjungi.

Kemudian bagi kunjungan duka anggota keluarga meninggal, pemohon harus melampirkan KTP, surat keterangan kematian dari Puskesmas/rumah sakit/kelurahan/desa.

Pemohon juga wajib melampirkan surat pernyataan bermaterai Rp 10.000 yang menyatakan hubungan kekerabatan dengan keluarga yang meninggal

Baca juga: Amanda Manopo dan Arya Saloka Senang Main Sinetron Ikatan Cinta, Apa Saja Performa Apik Mereka?

Baca juga: Permintaan Oksigen Melonjak Tujuh Kali Lipat, Kasus Baru Covid-19 India Capai 400.000 Kali Kedua

Selanjutnya untuk ibu hamil/bersalin harus mengajukan KTP dan surat keterangan hamil/bersalin dari faskes. Terakhir, pendamping ibu hamil/bersalin melampirkan KTP, surat keterangan hamil/bersalin dari faskes serta surat pernyataan bermaterai Rp 10.000 yang menyatakan hubungan suami, keluargw atau kekerabatan dengan ibu hamil/bersalin.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ingin melakukan perjalanan darurat, mereka wajib melampirkan surat tugas minimal dari pejabat eselon II.

Sementara untuk karyawan swasta harus mendapatkan surat perjalanan dari pimpinan. “Di luar dari ketentuan ini, tidak diperkenankan mendapatkan surat SIKM,” kata Ariza.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved