Mudik Lebaran
Pemudik di Terminal Bayangan Cimanggis Dilema, Dukung Larangan Mudik, Tapi Harus Bertemu Keluarga
Pemudik di Terminal Bayangan Cimanggis Dilema Soal Larangan Mudik. Satu Sisi Dukung Pencegahan Penyebaran Covid-19, di Sisi Lain Harus Temui Keluarga
WARTAKOTALIVE.COM, CIPUTAT - Ramai hilir mudik kendaraan serta kerumunan para pemudik terlihat di Terminal Bayangan Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Rabu, (5/5/2021) sore.
Pada hari terakhir jelang pemberlakuan larangan mudik lebaran itu, suasana terminal terasa meriah dengan ramainya pemudik yang datang bergantian
Satu di antaranya adalah Irma (38) warga asal Wates, Kulon Progo, Jogjakarta, Jawa Tengah.
Dirinya yang ditemani suami dan seorang anaknya itu mengaku telah mempersiapkan diri untuk mudik ke kampung halaman.
Perasaan dilema pun diakui tengah dirasakannya saat ini.
Sebab, walau kebijakan larangan mudik menurutnya sangat baik guna mencegah penyebaran covid-19, tetapi kewajiban untuk bertemu dan sungkem kepada keluarga harus ditunaikannya pada Hari Raya Lebaran.
Baca juga: Bedah Foto Jokowi Tinjau Para Ibu Tanam Padi Sendirian, Roy Suryo : Bocor di Belakang
"Bagus sih untuk mencegah, cuman kalau namanya silahturahmi kita kewajiban. Serba salah juga," ungkapnya.
Kendati mendukung kebijakan larangan mudik, dirinya mengaku tetap melakukan perjalanan mudik pada tahun ini.
Karenanya, ia mengaku telah mengantongi hasil tes swab serta membekalkan diri dengan beragam perlengkapan pencegahan covid-19, seperti handsanitizer serta sejumlah masker.
"Saya juga sudah tes swab kok satu keluarga hasilnya negatif. Saya bawa perlengkapan juga lebih banyak, hand sanitizer, masker, tisu basah untuk kebersihan tubuh," ungkapnya.
Baca juga: Kasus Editan Foto Bocor Juga Pernah Terjadi, Roy Suryo Sebut Ada Penampakan Dalam Rapat Jokowi Baca juga: Sandingkan Potret Jokowi dan Soeharto Ketika Tinjau Petani, Denny Siregar : Ga Ada Kemajuan
Hal serupa disampaikan Heru (40) seorang perantau asal Pekalongan.
Pria yang bermukim dan bekerja di kawasan Pondok Cabe, Pamulang, Kota Tangsel itu mengaku memilih mudik sebelum larangan mudik diberlakukan, yakni 6-17 Mei 2021.
Menurutnya, mudik ke kampung halaman ketika lebaran merupakan momen sakral yang telah menjadi tradisi masyarakat setiap tahunnya.
Karena itu, dirinya meminta pemerintah dapat mengkaji ulang larangan mudik lebaran.
"Kalau menurut saya kita semua butuh kumpul sama keluarga, namanya silahturahmi sudah adat istiadatnya dari dulu kita sering mudik setahun sekali. Kalau enggak boleh mudik ngerasa sedih banget, enggak bisa kumpul sama keluarga gitu," ungkap Heru.
"Kalau bisa ya tetap harus mudik," katanya sembari menunggu armada bus langganannya rute Tangerang-Pekalongan, Jawa tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/suasana-terminal-bayangan-cimanggis-ciputat-tangerang-selatan-rabu-552021.jpg)