Breaking News:

Polisi Kehutanan Terima 3 Ekor Burung Elang Langka dari Warga di Gunung Sindur Bogor

Polisi kehutanan mennerima 3 ekor burung elang yang tergolong hewan dilindungi, dari seorang warga di Pabuaran, Gunung Sindur, Bogor.

Warta Kota/Yudistira Wane
Elang bondol koleksi warga Gunung Sindur, Bogor yang diserahkan ke petugas polisi kehutanan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Polisi Kehutanan Reaksi Cepat Ditjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Senin (3/5/2021) menyatroni rumah seorang warga Desa Pabuaran, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Petugas tersebut menghampiri wilayah perbukitan itu untuk mengamankan beberapa satwa yang masuk dalam kategori dilindungi di antaranya, elang bondol, elang brontok dan alap-alap.

Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC), Harun Arasyid mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan demi melindungi satwa langka agar tetap terjaga kelestariannya.

Baca juga: Kisah Keluarga Elang Jawa di Gunung Salak, Pihak Taman Nasional Dapatkan Rekaman Video Langka

"Untuk kegiatan kali ini, kami mengamankan tiga ekor satwa yang dilindungi yaitu elang bondol, elang brotok, dan elang alap-alap," ujarnya.

"Kami melaksanakan pembinaan. Di mana masyarakat sudah memberikan ke Kementerian KLHK untuk direhabilitasi dan dilepas kembali ke alam liar," sambungnya.

Lebih lanjut, Harun membeberkan bahwa tidak ada penahanan terhadap pemilik liar satwa yang dilindungi tersebut.

Baca juga: VIDEO Warga Baduy Resah Gunung Liman yang Merupakan Hutan Sakral Dirusak oleh Penambang Emas Liar

Sebab, imbuh Harun, pemilik telah memberikan secara sukarela satwanya tersebut ke petugas.

"Karena ini sifatnya penyerahan secara sukarela jadi tidak ada sanksi yang diberikan," tegasnya.

Setelah menyita satwa langka itu, petugas langsung mengatur rencana untuk mengembalikan burung tersebut ke habitatnya.

Baca juga: LANGKA! Telur Elang Jawa Menetas di Gunung Salak Terekam CCTV, Petugas Sampai Menangis

"Setelah ini, ketiga satwa dilindungi ini akan kami lepaskan ke habitatnya. Rencananya kita lepas di area Sukabumi," paparnya.

Selain itu, Harun meminta agar pelaku pemelihara satwa langka ilegal untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.

"Kami sudah berikan peringatan agar yang bersangkutan tidak memelihara satwa langka ilegal," tandasnya.

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved