Breaking News:

Diputus Bersalah oleh Inspektorat DKI Jakarta, Blessmiyanda Kena Dua Jenis Hukuman

terkait sanksi dari hukuman disiplin tingkat berat di mana Blessmiyanda menerima dua jenis hukuman,

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Sigit Wijatmoko 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Buntut pengaduan terkait dugaan pelecehan seksual, akhirnya Inspektorat DKI Jakarta memutuskan mantan Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta Blessmiyanda bersalah dan mendapatkan sanksi hukuman disiplin tingkat berat.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, baik oleh Inspektur Provinsi maupun tim adhoc yang diketuai Pak Sekda, maka terhadap Pegawai Negeri Sipil atas nama Blessmiyanda terbukti melakukan perbuatan yang merendahkan martabat Pegawai Negeri Sipil,” kata Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko berdasarkan keterangannya pada  Rabu (28/4/2021).

Sigit mengatakan, pelanggaran yang dilakukan Blessmiyanda telah tertuang dalam PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Khususnya pada ketentuan pasal 3 angka 6, yakni merendahkan kehormatan negara pemerintah dan martabat Pegawai Negeri Sipil, karena pada angka 6 tersebut, setiap PNS wajib  menjunjung tinggi kehormatan negara pemerintah dan martabat PNS.

“Apa yang dilakukan Blessmiyanda sudah merendahkan, karena terbukti dilakukan di kantor dan pada jam kantor,” jelasnya.

Sigit juga menjelaskan terkait sanksi dari hukuman disiplin tingkat berat di mana Blessmiyanda menerima dua jenis hukuman, yang pertama adalah pembebasan jabatan dan yang kedua dikenakan pemotongan tunjangan penghasilan pegawai (TPP) selama 24 bulan sebesar 40 persen.

Baca juga: Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Bakal Bikin Taman di JPO Johar Baru yang Kerap Jadi Akses Tawuran

Baca juga: Usung Teknologi Mesin Common Rail, Hino Optimistis Sambut Standar Emisi Euro

“Sanksinya diberikan hukuman disiplin tingkat berat berupa pembebasan dari jabatan lalu dikenakan pemotongan penghasilan TPP selama 24 bulan sebesar 40 persen,” paparnya.

Sementara itu, Sigit juga memaparkan bahwa Pemprov DKI Jakarta terus menjamin hak-hak korban dengan memberikan pendampingan melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Selain itu, terdapat juga Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang menginisiasi pelaporan korban jika dibutuhkan untuk diteruskan ke pihak kepolisian.

“Kami menjamin korban tetap mendapatkan pendampingan dari P2TP2A. Kemudian, juga mendapat perlindungan dari LPSK. Bahkan, LPSK juga sudah menginisiasi korban untuk melakukan pelaporan ke kepolisian menggunakan delik aduan,” katanya.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membenarkan kabar Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPJ) DKI Jakarta Blessmiyanda dicopot karena masalah pelecehan seksual. Bahkan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu menyebut, Blessmiyanda juga dicopot karena masalah perselingkuhan dengan perempuan lain.

Baca juga: Kasus Covid-19 Klaster Perkantoran di Jakarta Naik, Wali Kota Bekasi Ingatkan Pekerja Asal Bekasi

Baca juga: Mi Sehat Hidroponik, Inovasi dan Solusi Ketahanan Pangan di Masa Pandemi

“Penonaktifan Kepala BPBJ ini kami lakukan untuk memastikan proses pemeriksaan dan penyelidikan dapat dijalankan Inspektorat Pemprov DKI Jakarta secara cepat, menyeluruh dan adil bagi semua pihak yang terlibat,” kata Anies berdasarkan keterangan yang diterima pada Senin (29/3/2021).

Anies mengatakan, Blessmiyanda dinonaktifkan dari jabatannya sejak Jumat (19/3/2021) atau sehari pasca diterimanya dua pengaduan kasus tersebut. Meski demikian, Anies tetap berpedoman untuk menjunjung azas praduga tidak bersalah terhadap yang bersangkutan.

“Tapi posisi kami jelas, apabila dalam ditemukan bahwa benar terjadi pelanggaran, maka kepada terlapor dan kepada semua yang menutup-nutupi fakta selama proses pemeriksaan, akan diberikan sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved