Breaking News:

Kasus Asusila

Tergolong Kejahatan Luar Biasa, Komnas PA Sebut Anak Anggota Dewan Terancam 20 Tahun Masuk Bui

Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menjelaskan kekerasan anak tergolong sebagai extra-ordinary crime, Senin (26/4/2021).

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Hertanto Soebijoto
Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait dan Wakapolrestro Bekasi Kota, AKBP Alfian Nurrizal saat audiensi di Mapolrestro Bekasi Kota, Senin (26/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN -- Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait menjelaskan bahwa kekerasan anak tergolong sebagai extra-ordinary crime (kejahatan luar biasa).

Hal itu guna menanggapi dugaan kasus persetubuhan di bawah umur dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menjerat anak anggota dewan berinisial AT (21).

Tercantum dalam Undang-undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu Nomor 01 tahun 2016 mengenai perubahan kedua atas Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, junto Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Video: Viral Video Kru KRI Nanggala-402 Sempat Nyanyikan Lagu Sampai Jumpa

"Di situ ada istilahnya kejahatan luar biasa, itu (sanksi) minimal 10 tahun maksimal 20 tahun penjara," kata Arist saat ditemui di Mapolrestro Bekasi Kota, Senin (26/4/2021).

Saat mewawancarai korban berinisial PU (15), Arist mengatakan bahwa korban juga sering mengalami kekerasan fisik dan penyekapan.

Oleh sebab itu, hukuman yang mengancam AT juga bisa diperberat lagi.

Baca juga: Politisi PKS Sebut 70 Persen Siswi di Depok Tidak Perawan Lagi, Komnas PA: Data Lima Tahun Lalu

"Bisa ditambahkan hukuman seumur hidup bahkan hukuman mati kalau itu terbukti dan sudah jelas undang-undangnya," ucapnya.

Oleh sebab itu, ia meminta agar polisi sesegera mungkin mengamankan pelaku lantaran kasus yang menimpa PU telah menjadi perhatian instansi yang bergerak dalam perlindungan anak.

Terlebih lagi, kasus yang kejahatan luar biasa juga harus segera ditangani agar bisa menjadi pembelajaran bagi para pelaku kejahatan anak.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved